Jakarta, NAWACITAPOST – Suasana pada minggu - minggu terakhir cukup membuat masyarakat khawatir. Orang - orang yang tidak taat pada protokol kesehatan bukannya berkurang. Malah semakin banyak kuantitasnya. Ini terlihat dari data hingga Minggu, 2 Agustus 2020 kemarin, kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Indonesia mencapai 111.455 orang, 68.975 orang sembuh dan 5.236 orang meninggal. Persentase angka kematian di Indonesia lebih tinggi 0,8 persen dari angka kematian global. Menjadi PR (Pekerjaan Rumah) besar bersama. Meski case recovery rate di negara Indine cukup bagus. Yaitu 61,9 persen sembuh dan terus meningkat. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan. Penerapan protokol kesehatan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasi hendaknya dilakukan secara terfokus dan tidak sekaligus. Mungkin dalam dua minggu Jokowi bersama jajarannya fokus kampanye pakai masker. Lalu dua minggu berikutnya tentang jaga jarak atau cuci tangan. Dipaparkan oleh presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.
Demi terwujudnya sosialisasi Jokowi bisa menyebar luas merata, DPPPDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) pun ikut mengupdate di sosial media (sosmed)nya. Peran serta Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri dengan jajarannya sangat berpengaruh. Sehingga sangat ditekankan diupdate di sosmed berjudul dua arahan terbaru Jokowi terkait penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional. Terlebih memang karena kasusnya meningkat. Dimungkinkan karena orang yang tidak taat pada protokol kesehatan tidaklah semakin sedikit. Akan tetapi jumlahnya semakin banyak. Sehingga Jokowi ingin agar yang namanya protokol kesehatan, perubahan perilaku di masyarakat benar - benar menjadi perhatian semua. Kemudian juga Jokowi berharap emak PemberdayaanKesejahteraanKeluarga (PKK) juga dilibatkan dalam sosialisasi. Jika emak PKK siap, kesemua bisa efektif untuk menyosialisasikan protokol kesehatan. (Ayu Yulia Yang)