BACA JUGA: Perkantoran Jadi Klaster Baru Covid 19 di Jakarta, Pengusaha Khawatir
Foto : Menkumham Yasonna Laoly
Dijelaskan oleh Hendra Susanto selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara pada perhelatan WTP. Tidak serta merta mendapatkan insentif begitu saja. Begitu panjang proses yang dilalui. Dinilai dari terlebih dahulu pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atas Laporan Keuangan Kemenkumham. Mulai dari tahun 2016, 2017, 2018 dapat opini WTP. Artinya seumpama pertandingan sepak bola, juaranya tiga kali berturut – turut. Dengan kata lain hattrick. Sementara jika diumpamakan penghargaan mendapat bintang jasa. Kalau diumpamakan dengan pangkat, sudah bintang tiga. Dapat diartikan sudah Komjen (Komisaris Jenderal) atau Letnan Jenderal. Ternyata, 2019 pun tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Profesi Jaksa Pengacara Negara, LBH HIMNI Selenggarakan Diskusi Pemahaman
-
Segala kerendahan hati seorang pemimpin dalam Kemenkumham, Yasonna Laoly mengapresiasi pula kinerja bawahannya. Memang dikatakan telah berkomitmen penuh untuk loyalitas bekerja. Benar – benar mampu menunjukkan bekerja dengan keras. Semata – mata bertujuan agar laporan keuangannya tetap konsisten WTP. Terbukti dengan adanya WTP, tidak adanya hal – hal penyelewengan didalam tubuh Kemenkumham. Bahwasanya Menkumham Yasonna Laoly benar konsen mengerjakan segala tanggung jawab sebagai menteri dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Merupakan rasa syukur tersendiri baginya. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?