Siapapun Berhak Berkarya, Sekalipun Mantan Napi Asimilasi

3
895
Foto : Menkumham, Yasonna dukung napi asimilasi berkarya

Jakarta, NAWACITAPOST – Berbagai pro dan kontra mewarnai pembebasan narapidana ( napi ) yang dilakukan oleh Kemenkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, SH, M.Sc, Ph D. Padahal, semata – mata ditujukan untuk mengantisipasi penularan virus Covid 19 di lembaga pemasyarakatan ( lapas ) dan rumah tahanan ( rutan ). Tentu, memang yang sudah melebihi kapasitas. Program asimilasi dan integrasi pembebasan napi tidak berlaku untuk pidana luar biasa. Seperti teroris dan korupsi. Sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Mengatur pengetatan remisi.

Kemenkumham menyatakan negara bisa menghemat anggaran sebanyak 260 miliar dari pembebasan 36.554 napi. Napi yang keluar melalui asimilasi sebanyak 33.902 dan anak binaan sebanyak 805 orang. Sementara napi yang bebas melalui integrasi sebanyak 1.808 dan anak binaan sebanyak 39 orang. Tentunya sudah melalui tahap penilaian perilaku. Dinilai sudah berkelakuan baik. Mengikuti program pembinaan dan tidak melakukan tindakan pelanggaran disiplin. Baik didalam lapas maupun rutan.

BACA JUGA: Langkah Tepat Menkumham, Napi Asimilasi Karantina Mandiri

Terbukti dengan salah satunya karya yang viral di sosial media youtube. Dilakukan oleh mantan napi asimilasi. Mantan napi asimilasi dari warga binaan pemasyarakatan rutan kelas I Depok. Kreativitas memang tanpa batas. Mantan napi asimilasi menuangkan dalam sebuah cover lagu Marhaban Ya Ramadan. Dipadukan dengan lirik kreasi sendiri. Berdurasi sekitar 4 menitan. Menamai grupnya dengan The Rudstik Band. Berkobar semangat untuk menjadi lebih baik dan selalu bersyukur akan nikmat Allah SWT. Dapat dipertemukan kembali bersama keluarga dan teman di bulan Suci Ramadan.

Foto : Napi Asimilasi The Rudstik Band

Lirik lagunya memang begitu mengena. Perpaduan alunan musik dengan alat musik seadanya. Seperti mic, biola, gitar, hadroh dan lainnya. Merekam dengan fasilitas apa adanya. Tepatnya di area lapangan terbuka Lapas. Penyampaian lirik lagu begitu mendalam, penuh penghayatan. Ucapan terima kasih disampaikan pula dalam lirik. Teruntuk utama Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Kemudian juga untuk Kemenkumham dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Tidak terlupakan pula para Petugas Pemasyarakatan. Telah membina semaksimal mungkin.

Foto : The Rudstik Band, Napi Asimilasi membawakan lagu

The Rudstik Band merasakan berkah yang sungguh tiada tara. Bisa mendapatkan hikmah. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan. Menjadi manusia yang bermanfaat. Berharap diampuni dosa semuanya. Menyesali perbuatan salah yang pernah diperbuat. Memang siapapun berhak berkarya, termasuk mantan napi sekalipun. Baik dari asimilasi, anak binaan maupun integrasi. ( Ayu Yulia Yang )

Comments are closed.