Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka menjalankan tugas sebagai Lembaga Legislatif dalam upaya pengawasan, Anggota DPR RI Lakukan Monitoring secara langsung terkait pelaksanaan pemberian BLT BBM.
Baca Juga : Ini Hasil Pertemuan PT Media Nawacita Indonesia Bersama Tim Juri Nasional Nawacita Awards
Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran dan tidak terjadi praktek dari pungutan liar, Anggota komisi 8 DPR RI KH Maman Imanulhaq secara tegas menyatakan pihaknya akan mencatat dan malaporkan kepada Kementerian Sosial jika di Kabupaten Majalengka terjadi kasus tersebut.
"Ya tentu kita akan nanti ada teman teman juga dilibatkan dari pkh dan sebagainya. Di mana bila ada temuan temuan seperti itu, kita akan lakukan evaluasi tuh di Majalengka ini ada berapa?," ujar KH Maman Imanulhaq, Minggu (11/09/2022).
Selain itu, Kang Maman begitu sapaannya, menjelaskan bahwa BLT BBM yang sedang diberikan kepada masyarakat tersebut adalah wujud kepedulian Pemerintah Pusat kepada masyarakat dengan dinaikkannya harga BBM bersubsidi.
"Ini adalah bentuk kebijakan dari pemerintah bahwa negara selalu hadir untuk memberikan yang terbaik setelah masyarakat memahami di balik kenaikan harga BBM," jelas KH Maman Imanulhaq yang juga sebagai Pengasuh pondok pesantren Al-Mizan.
Sebagai langkah tegas dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dapat menghambat jalannya kegiatan pembagian BLT BBM itu, dirinya akan secara cepat merespon dan melaporkan permasalahan tersebut kepada Kementerian Sosial.
"Saya akan lakukan juga monev di leuwimunding tepatnya di mirat, sehingga nanti temuan temuan yang kira kira membuat proses kebijakan ini berlangsung terkendala tentu kita akan melakukan evaluasi secara menyeluruh dan dijadikan sebagai bahan di raker kami dengan Kemensos termasuk dengan Pos Indonesia termasuk juga dengan teman teman Pemerintah daerah," tegasnya.
Sementara itu, penerima manfaat dari bantuan langsung tunai BBM bersubsidi di Kabupaten Majalengka sebanyak 158.000 penerima.
"Sebanyak 11.000 yang dibayarkan hari ini, dan seluruhnya ada 158.000 di Majalengka ini," tandasnya.