Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Hari ulang tahun (HUT) partai politik PDI Perjuangan ke -49 yang dilaksanakan secara daring dan luring dengan penerapan prokes ketat terbatas. Sang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri hanya mengundang sederet beberapa nama : Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, Prabowo Subianto, Buya Syafii Maarif, dan Kiyai Said Aqil Siradj.
Baca Juga : Netizen : Arya Sinulingga Diduga Merusak Citra Kementrian BUMN
Sebelumnya di acara Kongres dan kegiatan PDI Perjuangan lainnya, nama Ahok kerap disebut Megawati.
Baca Juga : Serangan Arya Sinulingga ke Ahok, Penyebab Citra Negatif Pemerintahan Jokowi
Nama BTP disebut Ibunya Puan di HUT ke-49 PDI Perjuangan, bukan terkait politis yang dihubungkan dengan Pilkada 2024. Apalagi Pilpres di tahun yang sama tersebut. Melainkan lebih bernuansa persahabatan, jelas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang mendampingi Ketua Umum di HUT partai wong cilik itu. Sebelumnya di acara Kongres PDI Perjungan nama Ahok selalu disbeut Megawati.
Baca Juga : Netizen : Arya Sinulingga Staff Khusus Rasa Menteri BUMN
Terkait sapaan ke Ahok kata Hasto itu sapaan hangat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam acara HUT Ke-49 Partai, tidak bisa disimpulkan sebagai dukungan politik.
Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan Megawati menyapa berbagai pihak dalam rangka menjaga kehangatan persahabatan.
Namun, jika dirunut dalam akhir tahun 2021. Perdebatan perbedaan pendapat antara Ahok dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Mengenai soal kontrak Pertamina yang menurut temuan Ahok banyak merugikan.
Maka, wajar publik mengaitkan sebutan Ahok oleh Megawati di HUT PDI Perjuangan sebagai sinyak dukungan penuh dari Megawati ke Ahok untuk terus membersihkan hal tersebut.
Hal ini sejaligus tamparan keras ke Arya Sinulingga. Yang merasa bahwa kontrak Pertamina dengan berbagai pihak telah sesuai. Dan, sepertinya Arya diduga mendeklarasikan diri untuk mengamankan kontrak pertamina dan BUMN lainnya yang telah dibangun di era Menteri Erick Thohir.