Eduard Zamasi : Bantuan Dana Desa Anak Babi di Desa Samasi Gunungsitoli Diduga Salah Prosedur 

0
404

Gunungsitoli, NAWACITAPOST.COM – Akibat salah prosedur. Yaitu memberikan bibit babi atau anak babi sebanyak 72 ekor dari bantuan dana desa, langsung dari mobil kepada pemerintah desa Samasi. Anak babi itu, semuanya mati dalam kurun waktu satu sampai tiga hari, itu terjadi pada 14 Nopember 2021. Lebih parahnya lagi bukan hanya 72 ekor, tetapi babi yang punya warga desa Samasi ikut mati juga, karena diserang penyakit anak babi yang mati dari bantuan dana desa tersebut, jelas Eduard Zamasi tokoh masyarakat desa Samasi, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli Ketika dihubungi nawacitapost.com, Selasa (4/1/2021).

Baca Juga : Diduga Tak Penuhi Kewajiban dengan Sub Kontraktor OZ, PT Senkris Utama Jaya Akan Dipolisikan

Sebenarnya dari awal pemberian anak babi itu melalui musyawarah desa yang diperuntukan untuk kelompok. Kemudian secara teknis dilakukan pelatihan, ada penyemprotan kandang, ada rekomnedasi dari dinas peternakan Kota Gunungsitoli layak atau tidaknya, dan seharusnya juga di karantina di Sibolga, tutur Eduard.

“Padahal kan tahun yang lewat di Kepulauan Nias sudah ada penyakit babi. Seharusnya bisa belajar dari kejadian itu,” tegas Eduard.

Terkait anak babi yang mati dari bantuan dana desa tersebut, Eduard Zamasi dan beberapa orang mendatangi Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Gunungsitoli, dan mendapat penjelasan dari dinas tersebut, bahwa anak babi itu tidak jelas prosedernya, dan setelah ditelusuri bibit babi itu illegal, jelas Pihak Dinas itu seperti diuturkan Edwar Zamasi.
Bahkan, 72 anak babi dan sejumlah babi warga desa yang mati, bahwa sampai detik ini pemerintah desa Samasi, dan tim pengelola kegiatannya tidak mau melakukan musyawarah, kepada kelompok peternakan, tandas mantan Kades Samasi ini

Ada dugaan kemungkinan pihak pemerintah desa, menyembunyikan hal-hal, terkait dengan anak babi dan babi warga yang mati tersebut. Dugaan lainnya kata Edwar Zamasi, pihak Pemerintah Desa,diduga ada unsur bisnis, makanya harus ada kajian yang transparan secara komprehensif, tambah Eduard Zamasi.

Sepertinya bantuan dana desa anak babi yang seharusnya membawa harapan besar bagi warga desa Samasi,  diduga malah membawa malapateka.

Untuk mendapat keterangan secara utuh, Kepala Desa Samasi, Pebruariman Laoli, ketika dihubungi nawacitapost.com, Selasa (4/1/2022). “Perangkat desa saya yang membidangi, sudah menjalankan tugasnya, dalam hal pengadaan babi untuk kelompok pemberdayaan masyarakat sesuai mekanis (swakelola) dan RAB. Dan jauh lebih bagus jika saudara berkenan lagsung ke kantor desa. kita siap melayani tanpa mengenal lelah.  Soalnya, saya tadi  lagi ngajar,” ucapnya.

Sedangkan bendahara Desa Samasi, Sarisman Duha Ketika dihubungi nawacitapost.com, Selasa (4/1/2022) melalui sambungan telepon, tidak menjawab, dan hanya membaca pesan WhatsApp.