Padangsidimpuan, NAWACITAPOST.COM – Dalam Rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Lembaga Pemasyarakatan yang merupakan jaminan hak kesehatan warga binaan, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan mengikuti kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi SITB (Sistem Informasi Tuberculosis/TBC) bersama tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga : Hindari Gangguan Kamtib, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Adakan Deteksi Dini

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium Tuberculosis, dengan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu) biasanya berdahak dan terkadang mengeluarkan darah, penyakit ini ditularkan melalui percikan ludah yang keluar dari penderita TBC, ketika berbicara, batuk atau bersin.

Dengan menerapkan Sistem Informasi Tuberculosis (SITB), Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan yakin dapat meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan TBC sejak dini.

Staf Perawatan sekaligus tim medis klinik pratama Lapas Padangsidimpuan, Mara Bintang, menjelaskan bahwa SITB menjadi salah satu strategi dalam pengendalian TBC.

“SITB ini dapat digunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kasus, misalnya TBC sensitif dan TBC resisten obat, sehingga diperlukan penanganan yang tepat sejak dini,” jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Indra Kesuma, A.Md.IP., SH., MH, menjelaskan bahwa ini merupakan suatu strategi dalam pengendalian TB agar langkah percepatan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan guna mencapai eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030 seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.

(Humas Lapasid)

Baca juga :  Kepala Desa Kecamatan Kunto Darussalam, Doakan Kafilah Rohul Raih Juara Umum MTQ Riau di Rohil.