Hernowo : Koperasi dan Barcode Tumpuan dan Acuan Membangun Lapas Kelas 1 Makassar 

0
348
Kepala Lapas kelas 1 Makassar Hernowo (kanan) dan Tim Cek Fakta Nawacita TV (Kornelius Wau), Makassar, Rabu (17/11/2021).

Makasar, NAWACITAPOST.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar dengan jumlah blok sembilan (9), ditambah satu (1) blok khusus tipikor. Saat ini penghuninya terdiri dari 730 pidana umum, dan 186 khusus tipikor. Adapun kasus yang mendominasi pembunuhan, yang menanti hukuman mati 8, jelas Kepala Lapas kelas 1 Makassar Hernowo, ketika ditemui tim cek fakta nawacita TV di ruang kerjanya, Makasar, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga : Tubagus Chaidir : Di LPKA Maros, Warga Binaan Anak Tetap Sekolah, yang Bebas Diantar ke Orangtuanya Menggunakan LAJR 

Lanjut Hernowo yang menjabat di lapas Makassar sejak 5 Januari sampai sekarang. Selain itu lapas Makassar ini harus siap menampung warga binaan dari wilayah timur Indonesia, seperti : Palu, Manado, Ambon, Ternate, Papua, Papua Barat, dan Kalimantan, jri 2021  sampai sekarang.

Kepala lembaga pemasyarakatan kelas 1 Makassar, Hernowo diapit Tim Cek Fakta TV : Kornelius Wau (Pewawancara sebelah kiri) dan Yasyfa Al Azhim (Juru Kamera sebelah kanan), Makassar Rabu 17 Nopember 2021.

Kegiatan yang dilakukan di lapas Makassar ini, ada garmen, cucian mobil, peternakan lele, dan telur puyuh, laundry,  pembuatan roti dan tempe. Semua itu dilakukan (keluar masuknya barang dan administrasi lainnya) melalui koperasi, bekerjasama dengan pihak lainnya, tuturnya.

Garmen sudah ada pemesanan dari Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk jaket almamater, dan pembuatan seragam honorer untuk ASN di Pemda Kota Makasar, serta pembuatan kaos untuk warga binaan dari Lapas Palu, dan Papua, dan sebagainya. Rektor UNM dan Walikota Makassar meninjau pembuatan garmen ke Makasar, dengan tenaga 100 warga binaan, dan dikerjakan selama 2 bulan dengan bidang-bidang yang ada, dan pendampingan dari tenaga ahli, jelasnya.

Warga binaan di lapas ini, melakukan pembuatan roti yang dipesan oleh dinas-dinas yang ada di Kota Makassar untuk kegiatan rapat. Juga, telur puyuh yang menghasilkan 500 butir perhari dan dijual di koperasi dengan harga yang bisa dijangkau atau secukupnya. Pembuatan tempe pun sama dijual melalui koperasi, sedangkan laundry bisa untuk orang dalam dan pegawai, tidak mahal dan terjangkau, ujarnya.

Saat situasi pandemi covid-19 ini. Lapas Makassar menerapkan prokes ketat, dan pelaksanaan vaksin. Warga binaan yang sudah divaksin 97 persen, sisanya 3 persen. Karena lanjut usia, atau faktor kesehatan. Nah, untuk meyakinkan kepada warga binaan bahwa vaksin ini bermafaat dan tidak ada efek samping. Selain mendatangkan dDas’ad Latif untuk agama Islam, dan pendeta atau pastor untuk Kristen dan Katolik, serta tokoh agama lainnya. Serta yang pertama divaksin pegawai lapas.

Terkait kendala vaksin untuk warga binaan harus punya identitas KTP. Kami telah bekerjasama dengan Dinas Dukcapil, serta  dengan vonis putusan alamat. Memang diprioritaskan yang punya NIK KTP dulu, sedangkan yang tidak punya identitas bisa dilakukan vaksin juga dengan surat keputusan lapas.

Berdasar adanya vaksin itu. Kegiatan ibadah di dalam lapas. Seperti untuk yang Islam mendatangkan ustad Das’ad Latif  atau tokoh agama  untuk berkhotbah atau berceramah kepada warga binaan di dalam lapas. Syaratnya penceramah tersebut  sudah divaksin dan tes antigen. Hal itu juga berlaku bagi agama Kristen dan agama lainnya yang ada di dalam lapas Makassar, tandasnya.

Untuk inovasi di lapas Makassar. Menggunakan barcode untuk pegawai lapas, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Itulah gunanya barcode. Pegawai juga  harus menggunakan  ID Card.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Laps Tangerang. Sudah berkoordinasi PLN.

Sementara untuk warga binaan yang sakit. Diperiksa dulu di klinik yang kami punya, jika warga binaan diopname, maka lapas hanya berpedoman pada keputusan dokter. Dan dikawal oleh pihak polsek.

Mengenai birokrasi melayani : Salam, senyum dan sapa, dan pelayanannya seperti di Bank. Ruangannya AC, dan ada petugas yang selalu menyapa  di pintu masuk.

Sedangkan untuk media, kami menjalin silaturahmi. Sebab itu penting dan harus dilakukan. Kami bukan yang terbaik tetapi kami melakukan yang terbaik. Untuk di Makassar kami bekerjasa dengan lima (5) media lokal.

Tim Cek Fata NAWACITA TV : Kornelius Wau (Pewawancara) dan Yasyfa Al Azhim (Juru kamera)