Tubagus Chaidir : Di LPKA Maros, Warga Binaan Anak Tetap Sekolah, yang Bebas Diantar ke Orangtuanya Menggunakan LAJR 

0
404
LPKA Maros, Sulsel, Rabu (17/11/2021). Foto : Al.

Maros – Sulsel, NAWACITAPOST.COM – “Setiap orang tak mau ditahan di lapas (dulu namanya penjara). Bayangkan, kalau mereka yang telah berbuat melanggar hukum tersebut tidak ditahan. Mungkin masyarakat tak bisa tidur nyenyak.” Begitulah salah satu penggalan kalimat dari Kepala Lembaga Khusus Anak Kelas II Maros di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Tubagus Chaidir dalam perbincangannya bersama Tim Cek Fakta Nawacita TV penuh dengan suasana keakraban dan optimisme,  diruang kerjanya, Maros, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga : Raih WBBM, Kanim Makassar Terus Berbenah, Agus Winarto : Peduli Wifi Gratis Buat Warga Sekitar, Lagosi, dan Kaisar Mandala 

Lanjut Tubagus, bahwa LPKA itu ada di 33 Provinsi di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Sulsel. LPKA ini untuk 28 kabupaten dan Kotamadya yang ada di Provinsi Sulsel. Sebelumnya, pada tahun 2020 lokasi LPKA berada di Parepare. Kemudian tahun 2021 dengan alasan pertimbangan harus dekat dengan ibukota provinsi Sulsel, maka dipindahkan ke kabupaten Maros. Rencananya LPKA ini akan membangun gedung baru di lokasi penjara yang lama, pada awal 2022, jelas Tubagus yang bertugas sejak Pebruari 2021 sampai sekarang.

Kepala LPKA Maros Tubagus Chaidir menyerahkan hasil ketrampilan warga binaan LPKA Maros kepada Tim Cek Fakta Nawacita TV Kornelius Wau, Maros-Sulsel, Rabu (17/11/2021). Foto : Al.

Hal lainnya, sempat ada kata salah paham atau kendala dengan Pemda Maros, yaitu terkait LPKA ini yang dipikirnya khusus untuk Maros saja. Setelah bertemu dengan pemprov Sulsel dan lembaga pemberdayaan Anak dan Perempuan, bahwa LPKA Maros ini menampung tahanan anak bukan hanya dari Maros saja, melainkan dari berbagai kabupaten dan Kotamadya yang ada di Sulsel. Itupun setelah kami berdiskusi dengan pihak terkait tersebut.

Sementara, khusus untuk warga binaan anak, saat ini dibina 50 anak. Dengan variasi kasus : Narkoba, pembunuhan dan pelecehan seksual, ujarnya.

Lanjutnya, Walaupun ada kata khusus anak. LPKA di Maros ini juga menampung atau tempat titipan Warga Binaan dari lapas lainnya di wilayah Sulsel.

Saat ini kami bekerja sama dengan dinas pendidikan. Khususnya kejar Paket A, dan B untuk anak-anak supaya bisa sekolah dan belajar. Jadi hak-hak pendidikannya terjamin oleh negara, tandasnya.

Di LPKA Maros juga ada program inovasi Layanan Antar Jemput Rumah (LAJR). Tujuannya, warga binaan anak yang mendekati bebas atau bebas. Itu kan ada daerah Palopo, Luwuk,  Parepare yang jarak tempuhnya 12 jam, juga karena kondisi ekonomi keluarganya, serta masih adanya korona, maka LPKA Maros bekersajama dengan  dengan dinas perlindungan anak dan perempuan yang ada di setiap Kabupaten dan Kotamadya di Sulsel, melakukan LAJR tersebut, tegasnya.

Sementara untuk pelaksanaan vaksin kepada warga binaan di LPKA Maros ini, walaupun sempat ada kesulitan, tetapi setelah berdialog dengan dinas dukcapil,  vaksin pun bisa dilaksanakan.

Terkait lainnya, misalnya dengan media, Tubagus punya sikap tegas, jangan takut, sampaikan informasi sejelas-jelasnya.

Tim Cek Fata NAWACITA TV : Kornelius Wau (Pewawancara) dan Yasyfa Al Azhim (Juru kamera)