Selamat Datang Provinsi Papua Selatan, Kepulauan Nias dan Tapanuli Belum   

0
657
Provinsi Papua Selatan (atas). Kepulauan Nias dan Tapanuli belum (bawah). Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST Jika tidak ada aral melintang, Indonesia akan ketambahan Provinsi baru bernama Papua Selatan. Meliputi 4 Kabupaten : Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat dengan ibu kotanya Merauke. Karpet merah pun sepertinya bakal digelar untuk provinsi baru ini.

Baca Juga : Pemekaran Wilayah Provinsi Papua Bakal Terjadi, Bagaimana Provinsi Tapanuli dan Kepulauan Nias? 

Seperti dilansir detik.com yang mengutip antara, bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bahwa ada kekhususan bagi aspirasi masyarakat tentang pemekaran Provinsi Papua Selatan. Tito menyebut pemekaran Provinsi Papua Selatan hanya empat kabupaten.

Provinsi ke-35 ini punya kekhususan tersendiri. Karena, bila mengacu pada UU Nomor 32 Tahun 2004 syarat ke arah itu, selain harus ada persetujuan provinsi induk dan Gubernur, serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri, juga harus punya 5 kabupaten/kota.

Nah, karena ada kata kekhususan tersendiri, maka menurut eks Kapolri akan direvisi UU Otonomi Khusus Papua.  Di Papua harus ada percepatan pembangunan, Merauke sudah bisa dimekarkan menjadi Provinsi Papua Selatan walaupun hanya ada empat Kabupaten karena adanya kekhususan buat Papua,” kata Mendagri Tito seperti dilansir Antara, Minggu (12/9/2021).

Sebelumnya, kata Tito,  Kabupaten Pegunungan Bintang mau ikut bergabung menjadi daerah pemekaran Provinsi Papua Selatan, namun pertimbangan wilayah Pegunungan Bintang memilih bergabung dengan aspirasi pemekaran Saireri karena dekat ke Jayapura.

Tito mengatakan bahwa sesuai arahan Menko Polhukam Mahfud MD, pihaknya membahas dan mempersiapkan Peraturan Pemerintah (PP) dengan batas waktu hingga tanggal 19 Oktober. Selanjutnya dibulatkan lagi dengan mendengar aspirasi masyarakat dari bawah. Namun dengan aturan baru, kata mantan Kapolri itu, bahwa empat kabupaten wilayah Papua Selatan sudah bisa membentuk provinsi sendiri.

Karena itu, mantan Kapolda Papua ini mengatakan bahwa seluruh komponen masyarakat terutama tokoh masyarakat di wilayah Papua selatan harus bersatu dan membuat pernyataan tertulis untuk disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Provinsi Papua Selatan punya potensi pertanian dan perikanan sangat luar biasa. Apalagi didukung SDM yang memadai, maka provinsi ke-35 di bumi cendrawasih  ke depan akan menjadi provinsi termaju di tanah papua, bahkan mungkin di Indonesia, jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan kawasan Barat Indonesia. Provinsi Tapanuli dan Kepulauan Nias (Kepni)? Mengacu pada  UU nomor UU Nomor 32 Tahun 2004, yaitu Pertama persetujuan DPRD provinsi dan Gubernur serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri, dan Kedua Syarat lima (5) kabupaten/kota.

Khusus untuk Kepni bila jadi Provinsi. Hal pertama sepertinya sudah pernah dilakukan dan yang hal kedua sudah ada, yaitu : Kotamadya Gunungsitoli, Kabupaten : Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat. Itu sudah cukup. Potensinya jelas, perikanan, wisata, pertanian dan perkebunan. Lebih dari itu panitia untuk pembentukan provinsi Kepni sudah pernah melakukan pertemuan dengan Parlemen Senayan Komisi II DPR RI, tahun 2004. Berarti sudah 17 tahun perjuangan itu dilakukan. Jika saat ini belum mendapat persetujuan, mungkin ada pertimbangan lain dari pemerintah pusat. Atau mungkin di buat awal lagi prosedur pentahapannya.

Namun, setidaknya langkah Kepni dan Tapanuli menjadi Provinsi pernah digaungkan hampir mendekati dua dekade.

Khusus Papua Selatan, pemerintah memiliki pilihan terbatas mengingat kondisi Papua yang mungkin masih jauh tertinggal dibanding wilayah lain di Indonesia.

Terlepas dari Kepni dan Tapanuli yang belum mendapat lampu hijau dari Mendargi dan pengesahan dari Presiden, maka sebagai warga negara yang baik,  kita sambut Provinsi baru bernama Papua Selatan.

Yang jelas dan pasti, syarat terakhir harus ada pernyataan tertulis seperti disebut Tito. Para tokoh di dua wilayah yang belum jadi provinsi sudah mempersiapkannya.