9 Tokoh Asal Kepulauan Nias Tanggapi Pernyataan Ketua Umum HIMNI Marinus Gea

3
521
Tokoh Kepulauan Nias. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST –  MENGGAGAS yang baik dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 banyak ragam dan komentarnya. Catatan penting pun digoreskan 6 dari 9  tokoh asal Kepulauan Nias (Kepni) yang berkecimpung pada berbagai bidang. Militer, pengusaha, agamawan, politikus, dan sebagainya.

Baca Juga : Marinus Gea Persiapkan Kader Terbaik Kepala Daerah di Kepulauan Nias 2024 

Seperti gagasan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Marinus Gea yang mengajak para tokoh yang peduli Kepni untuk membangun Nias Pulau Impian menjadi kenyataan. Dalam arti  mensejahterakan rakyat. Dengan mempersiapkan para kader terbaik diantara yang terbaik melalui Pilkada serentak 2024. Tentu pencalonannya bukan melalui HIMNI. Karena HIMNI bukan Parpol, hanya mempersiapakan saja. Dan, jalur resmi Pilkada seusai UU ada dua : Partai Politik dan Independen. Berikut tanggapan 9 Tokoh itu :

Kesatu Bupati Nias Selatan ke-4 Idealisman Dachi yang menyatakan, “Ya kita sambut dengan baik, sukacita karena namanya juga pesta rakyat, pesta kedaulatan rakyat. Saya menyambut baik pernyataan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Marinus Gea soal mempersiapkan kader-kader terbaik untuk perhelatan pilkada serentak 2024 untuk Kepala Daerah di Kepulauan Nias. Kan HIMNI, Fornisel dan organisasi lainnya yang ada di daerah Kepni,  memang harus berperan aktif untuk pembangunan daerah masyarakat Nias. Jadi wajar sepanjang informasi yang disampaikan itu untuk kesejahteraan masyarakat Nias. Yang jelas dan pasti, kriteria yang dibutuhkan untuk calon kepala daerah, jujur, bertanggung jawab dan harus mampu mensejahterakan rakyat, tutur Bupati Nias Selatan ke 4, Idealisman Dachi periode 2011 – 2016.

Kedua Mayor Jenderal TNI (Purn) Christian Zebua sebagai Pangdam XVII/Cendrawasih 2012 – 2014 menyatakan bahwa siapa saja punya hak calonkan diri. Justru  saya mendambakan calon yang berintegritas datang ke Nias untuk melayani bukan untuk mengambil, tapi memberi kehidupannya demi mengangkat harkat orang Nias yang tertinggal.

Ketiga Ketua Umum Gapnindo Mardin Zendrato bahwa momen 2024 adalah sangat strategis untuk memulai membangun suatu tatanan yang terprogram, khususnya Kepulauan Nias yang hingga saat ini termasuk daerah termiskin atau tertinggal dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Mengharapkan para kader yang sudah mapan, baik dari segi SDM nya maupun dari segi finansialnya. Bagi saya pribadi, tidak keberatan dan kita mendukung orang-orang yang berkiprah di organisasi manapun saat ini, Seperti HIMNI,  HIMANIRA, FORNISEL, dll.  Apabila memang individunya memungkinkan seperti itu (mensejahterakan) rakyat Kepni.

Keempat Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Utara (Himanira) Yosafati Hulu menyoroti dari segi  kepentingan masyarakat (misalnya: masyarakat Nias Utara), masyarakat pasti mendambakan kepala daerah yang bisa mensejahterakan mereka dan daerahnya bisa keluar dari kelompok “daerah tertinggal.” Namun, implementasinya pada pada hari H, masih saja banyak masyarakat yang memilih berdasarkan iming-iming yang sifatnya sesaat. Jadi, sebenarnya, masyarakat sendiri yang menentukan siapa kepala daerahnya.

Lanjutnya, Pilkada bukanlah segala-galanya. Ini hanya pesta rakyat sebagai sarana memilih kepala daerah yang memenuhi harapan kita bersama, yaitu mensejahterakan masyarakat; bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme; bekerja untuk kepentingan masyarakat umum dan bukan lagi buat kepentingan kelompok, golongan, apalagi kepentingan pribadi.

Lagi pula, jabatan kepala daerah hanya 5 tahun atau taruhlah 10 tahun (2 periode). Sementara masa kehidupan relatif jauh lebih panjang. Jadi untuk apa mengandalkan segala cara dan melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dalam proses pilkada.

Kelima   Ephurus BKPN Foluaha Bidaya yang juga Pemerhati dan Peduli Kepni para kader untuk Calon Kepala Daerah  (Cakada) dan Calon Wakil Kepala Daerah (Cawakada) Daerah harus memiliki :  Kompetensi intelektual (IQ),  kompetensi emosional (EQ),  Kompetensi sosial (SOSQ), dan kompetensi spiritual (SQ). Poin SQ yang belum dipunyai para Cakada dan Cawakada, tegasnya.

Keenam Ketua Umum Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Lahomi (IKKBL)  Sorni Paskah Daeli, sangat setuju dengan gagasan Ketum HIMNI Marinus Gea.

Belajar dari setiap kali ada suksesi kepemimpinan di mana para calon menjalankan strategi dengan menghalalkan segala cara dan etika moral tidak diindahkan, sehingga tidak hanya merusak struktur demokrasi, tetapi merusak nilai-nilai kemanusiaan dan budaya masyarakat Nias itu sendiri, maka menurut kami hal ini menjadi tantangan serius yang harus dikelola dengan baik di Kepulauan Nias, sehingga para kader-kader Pilkada 2024 adalah kader terhormat yang tidak menggunakan cara-cara pengecut untuk memenangi Pilkada 2024.

Ketujuh Ephorus Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Tuhoni Telaumbanua ketika dihubungi nawacitapost, Jumat 10 September 2021 melalui pesan WAnya hanya dibaca, dan dihubungi melalui telepon selularnya tidak diangkat.

Kedelapan Ketua umum Persatuan Masyarakat Nias Barat Indonesia (PMNBI) Faahakhododo Maruhawa, ketika dihubungi nawacitapost Jumat 10 September 2021 sempat menyatakan akan menjawabnya, “saya lagi nyetir,” jawabnya. Namun dua sampai tiga kali nawacitapost menghubungi, jawabannya  “Knp anda kirim terus ke saya link ini ya…? Maksudnya berita nawacitapost terkait berita gagasan Ketum HIMNI dan tanggapannya. Karena tidak mau dikirimi link berita tersebut, nawacitapost langsung menghapus link berita yang sudah disampaikan ke Ketum PMNBI.

Kesembilan Firman Jaya Daeli ketika nawacitapost menghubungi Jumat 10 September 2021 melalui pesan WA nya hanya dua tanda setuju bewarna hitam alias pesan sampai, tetapi tidak dibaca isinya, sambungan telepon pun tidak diangkat.

3 KOMENTAR

  1. Mengutip dari bacaan di atas dan juga fakta bahwa Kepni masih berstatus daerah miakin dan tertinggal. Sudah sejak dulu para politisi menggunakan kata2 manis, saya rasa bukan kata kata atau janji2 manis yang kita butuhkan saat ini, tetapi bagaimana para politisi memulai dari sekarang bukan menunggu pesta demokrasi. Yaahowu.

  2. Semua ada baiknya, namun hal ini penuh di simak bahwa dari dulu banyak kata² manis yang melekt dibibir untuk kebaikan pulau Nias, namun kalau hanya mengharapkan pesta demokrasi dan berkata memilih pemimpin yg baik, hal itu seperti udah tidak heran lagi. Mulai dengan hal yg jenius turun tngan bantu, banyak mulai dari finansial, materi dan tenaga bukan hanya mengatakan dan mengatur.. Ya’ahowu

  3. Semoga tokoh-tokoh dikepulauan Nias semakin agresif dan energik mengambil peran masing² sesuai dengan talenta demi tebangunnya harkat dan martabat masyarakat kita yg saat ini masih banyak tertinggal dari daerah² lain, contohnya tentang infrastruktur dan sarana pendidikan serta masih tingginya tingkat kejahatan yg terjadi.. Tentu dengan semangat kerjasama Nias akan bangkit dan semakin jaya.. Ya’ahowu..🙏

Comments are closed.