Baca Juga : Desa Gelam Jaya Kabupaten Tangerang Gelar Ayo Divaksin, Bersama Kita Pulihkan Indonesia Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Ini Pesan Marinus Gea
Secara politik kebangsaan, pria kelahiran Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara 48 tahun lalu boleh dibilang sudah merasakan pahit getir dan manisnya berada sebagai anggota DPR (2014 -2019) dan (2019 -2024).
Untuk meraih itu diperlukan. Kejujuran, disiplin dan tanggung jawab yang dipadukan dengan berjejaring di organisasi. Pergerakan organisasinya dimulai tahun 1999 sebagai pengurus Forum Komunikasi Pemuda Nias Tengerang, terus berkiprah diberbagai organisasi mulai dari anti narkoba, pemuda, politik, sosial, keagamaan, dan buruh.
Pada Musyawarah Nasional Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Munas HIMNI), Marinus Gea dicalonkan dan terpilih sebagai Ketua Umum untuk dua periode (2015 -2019 dan 2019 -2023).
Disinilah tangan dingin Alumni SMP Negeri 3 Gunung Sitoli - Nias, Sumut tahun 1986 - 1989 terasah dengan tajam. Intuisi politiknya terarah dan terhunus tepat pada sasaran.
Kini, MrG sebagai orang nomor satu HIMNI berkewajiban untuk mempersiapkan kader terbaiknya sebagai kepala daerah di Kepulauan Nias. Pertanyaannya. Kenapa tidak Marinus Gea saja yang dipersiapkan? Dengan nada diplomatis, "Saya tetap berjuang untuk Kepulauan Nias melalui Dapil Banten," ucapnya.
Aksi vaksinasi di kawasan Tangerang pun dilakukan Marinus bersama kader-kader lainnya, pada akhir Agustus 2021. Itu membuktikan bahwa bersatu kita bisa memang harus menjadi pondasi utama melangkah ke arah Indonesia yang lebih baik. Terutama meredam penyebaran covid dengan vaksinasi 1300 dosis
Dengan tagline HIMNI Bersatu Kita Bisa. Marinus ingin membuktikan bahwa membangun Nias menjadi yang terbaik, memang harus dipersiapkan dari sekarang. Pasalnya, dengan sifat dan aksinya HIMNI bersatu kita bisa, telah membuktikan Ketua OKK HIMNI menjadi Bupati Nias, Ya'atulö Gulö. Tentu dengan perjuangan semua pihak, bukan karena dirinya, ujar Marinus merendah.
Konsolidasi dan tapakan jejaring dibangunnya cukup lama. Kerikil persoalan dan masalah memang ada, tapi jangan saling menyalahkan. Itu kuncinya, tutur Marinus meyakinkan.
Entah sudah berapa kali, tak terhitung jumlahnya. Marinus melakukan operasi senyap, berupa blusukan ke dusun, desa, kelurahan, dan kecamatan di Kepulauan Nias, hanya untuk menjadikan salah satu kader HIMNI di eranya, menjadi Bupati.
Marinus hanya mengharapkan kepada Ya'atulö Gulö sejahterakan seluruh rakyat Nias dengan adil dan jujur, baik yang memilih ataupun tidak memilihnya.
Berkaca dari itu. Pesta demokrasi Pileg dan Pilpres secara serentak di 2024 tapi beda bulan, akan dihelat, tinggal menyisakan waktu 3 tahun. Secara matematika cukup lama. Namun bagi yang punya pemikiran visioner seperti Marinus, yang selalu melekat dengan slogan bersatu kita bisa. Maka bersatu kita bisa di Nias Pulau Impian itu. Mempersiapkan para kader terbaik untuk kepemimpinan di darah-daerah kepulauan Nias.
Bisa dari petahana, atau kader-kader baru yang terbaik. Berjiwa muda, energik, melek teknologi, blusukan, dan tanpa banyak kata dalam bekerja. Tetapi selalu berhasil dalam aksi, maka itulah yang dibutuhkan oleh rakyat Nias Pulau Impian, bebernya.