Siak, NAWACITAPOSTSalah seorang manager pemasaran Koperasi Serba Usaha Insan Sejatera (KSU IS) yang berinisial MG tidak terima dan mengacam wartawan Nawacitapost atas pemberitaan dirinya tentang koperasi yang ia pimpin, melalui media elektronik Whatsapp pribadinya, Senin (28/07).

Dimana sebelumnya dalam pemberitaan tersebut, muncul kekecewaan dari pihak beberapa nasabah lantaran salah satu program kegiatan usaha KSU Insan Sejahtera dimana salah satu karyawan KSU Insan Sejahtera Cabang Perawang datang ke rumah nasabah pada Juni 2020 yang Bernama Susi (39), dan mengajak nasabah datang ke kantor KSU Insan Sejahtera dengan Menjanjikan jika nasabah ikut menabung maka akan mendapatkan biaya pendidikan anak dari TK, SD, sampai perkuliahan.

Nasabah yang kecewa BZ (33), SN (29) dan SB (29), dimana dalam kegiatan yang disampaikan oleh Susi bahwa menjalankan program simpan pinjam dengan pola tabungan berjangka menyerupai asuransi, kata BZ Yang ikut Mendaftarkan kedua Anaknya yang bernama DH (3) & NH (10) bulan.

“Jika nasabah ingin membatalkan dan menarik uang kembali KSU IS akan mengembalikan uangnya dengan potongan Rp75.000, ata karyawan KSU IS saat datang ke rumah nasabah untuk meyakinkan kami. Maka saya dan istri mau menjadi salah satu nasabah di KSU IS perawang, namun kenyataanya berbeda saat saya dan istri datang ke kantor KSU IS Cabang Perawang untuk menarik uang saya karena butuh dana kebutuha mau pulang kampung,” kata BZ.

“Salah satu manager pemasaran (MG) mengatakan uang saya bisa saya tarik sesuai di dalam serfitikat dari uang yang saya setor Rp2.073.000,
saya terima hanya 808.000 itu yang bisa mereka kembalikan kepada saya,” lanjut BZ.

Baca juga :  Seorang Remaja Putri di Sirandorung Jadi Korban Cabul dan Kekerasan

Mendengar ucapan dari MG, nasabah BZ terkejut dan tidak terima uangya di potong sebesar itu apa lagi dalam situasi pandemi Covid-19.

BZ kecewa karena pihak KSU IS tidak menepati janjinya saat menjelaskan kepadanya. BZ menduga pihak KSU IS Cabang Perawang memberikan janji palsu kepada nasabah.

Atas pemberitaan itu, pihak manager pemasaran KSU IS (MG) tidak terima dan mengancam wartawan Nawacitapost dengan mengirim chat WhatsApp.

Baca juga: KSU Perawang Diduga Berikan Harapan Palsu ke Nasabah

“Jika kamu tidak tidak cabut beritamu maka saya akan bertindak,” ancam MG.

Bukan hanya itu, MG menujukan dan mengrimkan foto kartu tanda Anggota (KTA) bahwa ia salah satu Media Suara Mabes Kabiro Pekanbaru. Ia menujukan bahwa dirinya seorang wartawan untuk mengancam agar pemberitaan tentang KSU IS Cabang Perawang dicabut. Padahal seorang wartawan memahami tugasnya dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) adalah himpunan etika profesi kewartawanan.

MG manager pemasaran KSU Insan Sejahtera Provinsi Riau Cabang Perawang

Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada KEJ. Tujuannya adalah agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi.

“Jika benar seorang wartawan pasti melakukan sesuatu atau memberikan bantahan atau sanggahan, bukan mengacam sesama wartawan,” Ucap Aroy H salah satu Aktifis.

“Sangat disayangkan, seorang jurnalis harus tau kode Etik jurnalistiknya. Diduga, KTA MG untuk memperlancar usahanya namun tidak tahu apa-apa tentangfFungsi dan tugas Jurnalistik. Hal ini kita akan melaporkan ke dinas terkait dalam minggu ini bersama beberapa nasabah yang tidak terima uangnya saat ditarik atau tidak melenjutkan menjadi Nasabah KSU Insan Sejahtera,” lanjut Aroy.

(Sokhiaro Halawa)