Ayah Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil, Janin Bayinya Dibuang

0
178

Sibolga, NAWACITAPOST – Seorang Ayah tiri berinisial DH (35) warga melanyang sehari harinya bekerja sebagai petani tega menghamili anak tirinya ARZ (13) sampai hamil. Parahnya janin bayi yang ada dalam kandungan dipaksa dibuang supaya perbuatannya tidak ketahuan.

Baca Juga : Sebelum Melompat Kelaut, Sempat Mengucap Sesuatu, Tak Berapa Lama, Rijah Jadi Mayat, Mulut dan Hidungnya Berbuih

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Afrianto melalui kasubbag Humasnya AKP Horas Gurning, Selasa (11/5) saat konferensi pers di Mapolres Tapteng.

AKP Horas Gurning menjelaskan bahwa pada bulan Nopember 2020 sekira pukul 24.00 wib (tengah malam) pada hari dan bulan yang tidak diingat, telah terjadi perbuatan cabul/persetubuhan terhadap diri korban ARZ di rumahnya di Dusun I Desa Mela Kecamatan Tapian Nauli. Pelaku perbuatan cabul persetubuhan tersebut sesuai keterangan dari ARZ adalah DH ayah tiri dari ARZ.

“ARZ menerangkan bahwa tersangka DH dapat melakukan perbuatan cabul dan menyetubuhi korban dengan cara Pada malam kejadian tersebut tersangka DH mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri, namun korban ARZ menolak, akan tetapi DH tetap memaksa sambil berusaha melepaskan celana korban ARZ sambil mengancam dengan mengatakan, ‘Kalau kau tidak mau, akan aku tinggalkan kalian’. maksudnya DH akan pergi meninggalkan Ibu dan korban serta adiknya. Karena merasa takut lalu Korban dapat disetubuhi oleh DH,” papar AKP Horas Gurning.

Selanjutnya, kata AKP Horas Gurning, Perbuatan persetubuhan terhadap korban berikutnya tersangka tidak lagi mengeluarkan kata kata ancaman, namun tetap secara paksa menarik celana korban hingga lepas dan disetubuhi oleh tersangka DH dan perbuatan cabul tersebut sudah dilakukan Tersangka DH terhadap korban ARZ sebanyak 10 (sepuluh) kali. Dan akibat perbuatan tersangka tersebut, korban ARZ hamil dan pada waktu itu korban sudah hamil 2 (dua) bulan karena perutnya agak membesar dan diberitahukan kepada tersangka DH

“Setelah Tersangka mengetahui bahwa Korban telah hamil, selanjutnya Tersangka mengatakan kepada korban ARZ “gugurkanlah itu”, kemudian Korban bertanya “bagaimana caranya” dan Tersangka mengatakan dengan cara diurut dan karena takut malu korban mengiyakannya. Cara Tersangka menggugurkannya adalah pada hari Rabu Tanggal 31 Maret 2021 pkl 22.00 Wib di dalam rumahnya, DH membawa ARZ ke dapur rumah dan ARZ di tidurkan kemudian DH langsung mengurut bagian perut ARZ ke arah bawah.

Setelah itu orok bayi /janin bayi keluar dengan posisi bagian kaki dahulu dan DH langsung menarik bagian kaki sehingga bagian badan terputus sedangkan bagian kepala tertinggal didalam rahim, setelah itu DH pergi keluar rumah dengan membawa badan orok/janin bayi tanpa kepala dan membungkusnya menggunakan kain warna putih dan membuangnya keparit didepan rumah DH. Sekitar satu jam kemudian DH pulang kerumahnya dan kembali mengurut perut ARZ kemudian DH memasukkan tangannya kealat kelamin ARZ dan mengoreknya dan berhasil mengeluarkan kepala orok bersama dengan ari2nya dan ditanam DH sendiri tanpa ada yg tau dibelakang rumah orang tuanya,” kata AKP Horas Gurning menjelaskan.

Kemudian Pada Hari Kamis tanggal 1 April 2020 sekitar pukul 13.00 WIB , warga menemukan adanya janin di parit yang tidak jauh dari rumah tersangka DH dan melaporkan pihak Polsek Kolang. Atas perintah Kapolsek Kolang AKP Muhammad Tahir, SH, personil melakukan penyelidikan dan dari hasil Penyelidikan terungkap bahwa janin yang ditemukan di Desa Mela tersebut hasil perbuatan cabul yg dilakukan oleh DH kepada korban ARZ yang merupakan anak tirinya. Dan selanjutnya DH diamankan oleh personil Polsek Kolang dan dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Tapteng guna proses penyidikan lebih lanjut dimana yang menjadi korban adalah anak anak.

“Dari pemeriksaan tersangka DH membenarkan bahwa janin/orok yang ditemukan di dalam parit tersebut adalah yang digugurkannya dari perut anak tirinya yang bernama ARZ dengan cara mengurutkan perut korban secara paksa hingga janin keluar. Kemudian DH juga mengakui bahwa janin yang digugurkan tersebut akibat perbuatan cabul yang dilakukannya dengan cara menyetubuhi anak tirinya yg bernama ARZ secara paksa.

(Petrus Gulo)