Terkait Ketegasan Gibran, Waspada! Lawan Politik Bisa Dapat Peluang

0
126
Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto Disaksikan Walikota Solo, Gibran mengembalikan uang pungli yang dilakukan Lurah Gajahan ke pedagang toko di Jalan Rajiman Solo, Minggu (2/5/2021). foto; tangkapan layar Chanel Youtube Berita Surakarta

Jakarta, NAWACITAPOST –  Lurah Gajahan Suparno sudah dibebastugaskan oleh Walikota Solo, Gibran. Akibat memungut iuran liar berkedok zakat ke sejumlah pemilik toko di Jalan Dr. Rajiman Solo Kelurahan Gajahan Solo. Korbannya 145 orang, punggutannya antara 50 ribu hingga 100 ribu rupiah, kerugiannya mencapai 11, 5 juta rupiah.

Baca Juga : Temui Pimpinan Muhammadiyah Solo, Gibran Bicarakan Ini

MEMANG Gibran tak melakukannya, tapi sebagai atasan dari Lurah Gajahan, ayah dari Jan Ethes dan La Lembah Manah bertanggung jawab penuh terhadap apa yang dilakukan anak buahnya.

Didampingi Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto, suami dari Selvi Ananda meminta maaf dan mengembalikan uang yang telah dipungut bawahannya tersebut.

Gibran pun berpesan dengan tegas kepada para pedagang, bahwa Lurah, Camat atau Wali Kota, apabila memungut zakat harus melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tidak melibatkan BAZNAS, dianggap liar pemungutan zakat. Jika ada yang memaksa meminta, foto, kirim ke saya, tegas kakak dari Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangerap.

Terlepas dari maksud tulus dan baik dari seorang Gibran. Namun, dalam konteks politik, apabila dikaitkan dengan  bertahan dan lompatan politik ke depan. Bagi yang dibebas tugaskan atau dipecat. Menganggapnya Gibran sebagai musuh. Mungkin berbagai cara dan momentum akan dilakukan.

Jika, ditilik lebih jauh, pungutan yang dilakukan Lurah Gajahan, sudah berlangsung selama 4 tahun. Bukan eranya Gibran, tapi Walikota sebelumnya.

Yang jelas dan pasti, Gibran meminta maaf dan mengembalikan uang ke pedagang, bukan untuk pencitraan dirinya sebagai Walikota. Melainkan niat baik dan tulus dari lubuk hati paling dalam. Namun, musuh bisa ada dan bergerak menunggu momentum yang tepat, dan adanya di sekitar lingkaran Gibran atau mungkin pendukungnya.

Jadi,waspada perlu ditingkatkan. Sehingga Gibran jangan salah langkah. Sebab dan pasalnya, lawan politiknya  lagi menunggu dan sedikit lengah bisa mendapatkan peluang.

Tinggalkan Komentar