Mobil Dinasnya Bawa Beras, Walikota Gibran : Hanya Dibagi kepada Orang Tak Mampu dan Membutuhkan

0
225
Mobil Dinas Walikota Solo Kijang Inova berplat AD 1 yang tiap hari digunakan Gibran dalam aktivitasnye melayani rakyat Solo didalamnya ada berkarung-karung beras untuk dibagikan kepada rakyat miskin yang membutuhkan.

Jakarta, NAWACITAPOST – Pasca dilantik sebagai Walikota Solo. Aktivitas Gibran Rakabuming Raka tak hanya menjalankan roda pemerintahan Kotamadya Solo. Operasi senyap dilakukan. Seperti dalam instragam gibranrakabuming_official. Dalam mobil dinasnya ada berkarung- karung beras untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu dalam setiap kunjungannya di daerah Solo. Dan itu dilakukannya setiap hari.

Baca Juga : Gibran – Teguh :  Sabtu Dan Minggu Tetap Bekerja Melayani Rakyat

WALIKOTA SOLO Gibran Rakabuming Raka kembali jadi sorotan terkait kebiasaannya yang tak lazim. Bukannya memilih mobil mewah, Gibran meniru gaya ayahnya memilih mobil biasa sebagai kendaraan dinasnya sehari-hari.

Bahkan, putra pertama Presiden Joko Widodo itu tak segan membawa barang tak biasa menggunakan mobil dinas hariannya itu.

Isi mobil dinas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memang berbeda dari pejabat lainnya.

Pasalnya, mobil Toyota Innova putih berplat nomor AD 1 A tersebut kerap berisi beberapa karung beras bertulisan C4.

Karung-karung beras tersebut diletakkan di bagian jok belakang atau di samping kursi yang biasa diduduki Gibran.

“Mobilnya itu, kursi belakang dicopot,” kata Gibran, Sabtu (20/3/2021). “Saya isi dengan (beberapa karung) beras,” tambahnya. Gibran enggan menyebut berapa jumlah karung atau kilogram karung beras yang dibawanya dalam mobil tiap harinya. “Tidak usah disebutkan,” katanya. Gibran mengaku beras-beras tersebut biasanya dibagi-bagi ke orang-orang yang membutuhkan, khususnya saat bertemu di jalan.

“(Baginya) waktu berangkat sama pulang kantor,” aku dia.

“Kalau lihat tukang becak, kakek-kakek berhenti terus dibagikan,” tambahnya

Tak sedikit warga net  menyambut gembira apa yang dilakukan  ayah dari Jan Ethes dan La Lembah Manah. “Buah Jatuh Memang Tak Jauh dari Pohonnya, tulis Angga Apriadi dalam jawabab di instragam gibranrakabuming_official.

Dalam soal memberi kepada orang yang tidak mampu. Gibran melakukannya dengan diam. Ibarat tangan kana memberi tangak kiri tak boleh tahu.  Dan pembagian beras itu diketahui media sebelumnya.

(sumber instragram gibranrakabuming_official/tribunews)