Gadis Dibawah Umur Dilarikan Dan Dipaksa Bekerja, Ibu Lapor Polisi

0
112
Yardinia Zendrato (tengah) saat melapor ke Polres Tapteng.

Pandan, NAWACITAPOST – Yardinia Zendrato (57) Seorang ibu, mendatangi Mapolres Tapteng untuk melaporkanmkepada Pihak Kepolisian karena anak gadisnya Dewi (16) telah dilarikan oleh OTK dan diduga dipaksa bekerja di Kota Padangsidempuan. Hal ini dikatakan oleh Yardinia Zendrato kepada wartawan, Senin (8/2/21) pukul 15.00 WIB saat sedang melapor ke Polres Tapanuli Tengah (Tapteng).

Baca Juga : Showroom Honda Garuda Sibolga Terbakar

Yardinia menjelaskan bahwa awalnya pada hari senin (1/2/21) sekira pukul 15.00 WIB tiba tiba datanglah 3 orang yang terdiri dari 2 orang pria dan seorang wanita dewasa mendatangi rumah dewi dan ibunya di Jalan AMD kelurahan Sitiotio Kecamatan Pandan Tapteng.

“Datang 3 orang, 2 orang laki laki dan 1 orang perempuan, saya tidak kenal, mereka mengaku teman si Dewi, orang itu nanyak, mana si Dewi, saya curiga, lalu saya bilang, tidak ada si Dewi disini, tidak boleh sembarangan orang datang ke rumah ini. Lalu kata orang itu kawan kawannya nya kami bu. Kemudian 2 orang laki laki itu pergi, tinggallah perempuan itu,” katanya.

Dewi gadis dibawah umur yang dilarikan.

Di dalam rumah perempuan yang belum dikenal oleh Yardinia tersebut mengaku teman Dewi yang beberapa bulan terakhir berkenalan di FB, dan dewi membenarkan bahwa dia kenal dengan perempuan itu di FB. Perempuan tersebut mengaku berasal dari kota Pekanbaru, dan berencana mencari kerja di Tapteng.

“Dia minta izin agar Dewi menemani dia cari kost kosan di sekitar rumah Dewi karena perempuan itu tidak mengenal daerah Tapteng, sekalian akan mencari pekerjaan. Singkat cerita, pukul 18.00 WIB, si Dewi dan perempuan itu pergi, sampai saat ini saya tidak pernah bertemu dengan anak itu,” kata Uardinia Menerangkan.

Kemudian karena sudah 1 Minggu tidak kembali, terpaksa Yardinia melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

“Saya takut, jangan jangan nanti anak saya dijadikan pekerja yang tidak baik, apalagi anak saya masih dibawah umur, masih sekolah dia kelas 8 SMP negeri di depan Matauli Pandan,” kata Yardinia menjelaskan.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan apa apa terkait laporan tersebut, karena sedang di proses.

Sementara itu Polinus Gea keluarga dari Dewi sempat mencoba menghubungi Dewi berkali kali, sempat diangkat dan Dewi mengaku telah di bawa ke Kota Padang sidempuan.

“Tadi saya telepon, sempat diangkat, katanya dia dibawa ke Padangsidimpuan. Dan dipaksa kerja disana. Keponakan saya itu tidak mau bahkan dia mau pulang, karena kerjaannya enggak jelas, tapi dia dipaksa dan tidak diijinkan pulang,” kata Polinus.

(Petrus Gulo)