Pernyataan Jurkam PDIP Marinus Gea Di Nias Sudah Tepat

0
451
Jurkam PDIP Untuk Pilkada 2020

Nias, NAWACITAPOST – Marinus Gea adalah politisi PDIP yang juga anggota DPR dengan Komisi III bidangnya. Pilkada serentak saat ini memasuki kampanye. Kabupaten Nias termasuk yang menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut. PDIP punya calon di kabupaten Nias. Yaitu ; Yaatulo Gulo sebagai Calon Bupati dan Arota Lase sebagai Calon Wakil Bupati.

Baca Juga : Terkait Pilkada 2020, Tokoh Masyarakat Nias Agustus Gea : Nias Butuh Pemimpin Rendah Hati Juga Piawai

SEBAGAI kader PDIP. Marinus Gea ditugaskan partai sebagai juru kampanye (Jurkam) untuk pasangan yang diusung partai Banteng Moncong Putih tersebut. Bukan asal tunjuk PDIP menjadikan Marinus Gea sebagai Jurkam. Selain berdarah Nias. Marinus Juga paham dan tahu tentang seluk beluk daerah ini.

Pernyataannya tentang bahwa yang tahu dan tepat membangun daerah kabupten Nias adalah putra kabupaten Nias. Merupakan bagian dari startegi kampanye. Tak ada maksud untuk mengkotak-kotakan. Konteks itu diucapkan dalam kerangka kampanye. Tak ada kesan menampilkan politik identitas dalam kampanye tersebut. Jika ada yang mengkategorikan pernyataan Marinus ini sebagai politik identitas. Maka orang tersebut gagal paham.

Baca Juga : Terkait Sidang Gugatan Perdata di Gunungsitoli, Christian Zebua Pilih Pilkada Nias

Perlu diketahui dan disadari bahwa kepulauan NIAS sekarang sudah terbagi dalam ( 5 ) lima wilayah administrasi yakni Kab. Nias, Kab. Nias selatan, Kab. Nias Barat, Kab. Nias Utara dan kota Gunung Sitoli. Siapa yang tidak tahu ini ? Kalau saja ini dipahami maka pernyataan pernyataan Provokatif diatas tidak perlu ada.

Sebagai jurkam yang didaftar resmi PDIP ke KPU Nias. Marinus memakai atribut PDIP. Konteks pernyataan tersebut diucapkan bukan menyudutkan pihak manapun. Melainkan bagian dari kampanye yang sudah diatur UU pilkada. Penyampaian tersebut berlaku umum.

Dan tidak menggiring apalagi untuk tidak memilih calon lain. Hanya menyampaikan bahwa jika ada orang Nias yang paham dan tahu Nias kemudian yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon kepala daerah. Maka apa salahnya untuk memilih. Tidak lebih dan tidak kurang.

Jadi pria berkumis ini hanya menyampaikan dalam konteks Pilkada Nias, bukan Pilkada kabupaten Nias Selatan, Nias Barat, Gunung Sitoli, dan daerah lainnya.
Apakah salah ketika beliau menggunakan istilah “ LOSENDRORO SITENGA SOKHO, LOSAMAERI SITENGA SOONO”? Kalimat ini merupakan ungkapan nenek moyang masyarakat Nias yang memberi motivasi untuk membangun daerah sendiri, percaya bahwa masyarakat kab Nias menginginkan pemimpinnya kedepan berasal dari kabupaten Nias. Karena 5 ( lima ) wilayah administrasi secara serentak melakukan PILKADA 9 Desember 2020.

Secara Undang – undang tidak ada larangan orang dari wilayah manapun maju PILKADA Sepanjang memenuhi syarat. Nanti kita lihat hasilnya 9 desember 2020 masyarakat kab Nias lebih memilih pemimpin dari asal kab nias atau memilih pemimpin dari asal wilayah lain.

Masyarakat Nias pasti paham dan tahu betul. Bahwa memang yang tahu daerah masalah kabupaten Nias adalah putra dari kabupaten Nias sendiri. Dan di daerah lain pun berlaku demikian.