Bacok Bocah 9 Tahun dan Perkosa Ibunya Didalam Gubuk

0
283
Bacok Bocah 9 Tahun dan Perkosa Ibunya Didalam Gubuk

NAWACITAPOST- Seorang pria bernama Samsul Bahri (41) tewas di dalam tahanan Mapolres Langsa, 18 Oktober 2020 lalu. Jenazahnya dimakamnya di Desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireuem Bayeum, Kabupaten Aceh Timur. Di desa itu pula, nun jauh di perkebunan sawit.

Samsul membunuh R (9) murid kelas SD yang membantu ibunya DA, melawan Samsul yang hendak memperkosa di tengah malam buta.

Polisi mengklaim pria ini tewas karena sesak napas dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Aceh.

Baca Juga : Menteri Perhubungan Sanksi Operator Angkutan Tansportasi yang Tidak Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19

Pria tersebut ternyata mantan napi asimilasi kasus pembunuhan. Ia bebas dari tahanan karena memperoleh program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM RI delapan bulan lalu. Dia mendekam di tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1, Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, dalam kasus pembunuhan terhadap seseorang pria di lokasi hiburan malam, Pekan Baru, Riau, 2005 lalu.

Baru delapan bulan pulang kampung, Samsul mulai berulah. Ia bekerja di kebun sawit milik orang tuanya. Di sanalah dia melihat gubuk yang ditempati DA, bersama suami dan anaknya.

Mulai saat itu, tepatnya Agustus 2020, Samsul melihat keberadaan DA, ibu muda terbilang rupawan. Suami DA, berinisial A, kerap memancing pada malam hari untuk kebutuhan hidup mereka. Di gubuk yang tak layak huni itulah pasangan itu membina rumah tangga. Hingga pekan lalu, Samsul datang ingin memperkosa DA.

Wanita tangguh ini melawan sekuat tenaga, hingga ditebas dengan parang oleh pelaku. Sang anak, R, turut membantu ibunya. Pelaku pun menebas sekujur tubuh bocah itu. Bahkan, pelaku membawa anak itu dan membuangnya ke sungai.

Kini pelaku sudah ditangkap oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief, mengatakan pada Selasa (20/10). Saat ditangkap, pria ini melawan petugas. Tiga peluru menyasar betis Samsul. Lalu, kenapa jasad Samsul tak diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya?. “Keluarganya tidak mau diotopsi. Kita sudah koordinasi dengan keluarga Samsul,” terang Arief.

Arief menyebutkan bahwa, pihak keluarga pelaku, memohon polisi agar tidak membongkar makam untuk melakukan otopsi.