Menteri Perhubungan Sanksi Operator Angkutan Tansportasi yang Tidak Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19

0
234
Menteri Perhubungan Sanksi Operator Angkutan Tansportasi yang Tidak Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19

Jakarta, NAWACITAPOST- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memberikan sanksi kepada operator angkutan transportasi yang tidak menjalankan protokol pencegahan pandemi covid-19, khususnya selama libur panjang periode 28 Oktober 2020-1 November 2020. Ia akan mengundang seluruh pemangku kepentingan terkait (stakeholder) dari moda angkutan darat, laut, udara, dan perkeretaapian untuk memastikan periode liburan itu berjalan dengan lancar dan mematuhi protokol kesehatan.

Budi mengatakan pada Jumat (23/10). Akan menyampaikan pesan-pesan bahwa kehati-hatian, checking segala sesuatu, adalah tanpa kompromi. Harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan cermat, harus dilakukan sesuai dengan ketentuan. Apabila tidak, tentu sesuai dengan sektor masing-masing ada sanksi yang akan ditetapkan. Ia memprediksi terjadi kenaikan arus lalu lintas (traffic) pada libur panjang tersebut sebanyak 10 persen-20 persen. Dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 28 Oktober 2020 dan puncak arus balik pada 1 November 2020.

Baca Juga : Keuangan PLN Rapuh

Budi berharap kenaikan traffic tersebut tidak menimbulkan penularan pandemi covid-19 seperti yang terjadi pada libur panjang Tahun Baru Islam pada Agustus lalu. “Kami tidak ingin, kita libur senang, tapi tiba-tiba setelah itu ada satu second wave atau penularan yang besar-besaran. Oleh karena itu, kami melakukan koordinasi besok pagi kami mengundang semua stakeholder operator dari udara, laut, kereta api, darat kami undang,” ucapanya.

Dari sisi darat, diperkirakan sebanyak 622.039 kendaraan ke luar Jakarta pada libur Maulid Nabi tersebut. Jumlahnya naik 21,7 persen dari kondisi normal.
Dari sisi udara, diprediksi terjadi kenaikan penumpang sebesar 20 persen. Puncak keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2020 dengan jumlah penumpang sebanyak 110 ribu orang. Sedangkan, puncak kedatangan atau arus balik terjadi pada Minggu, 1 November 2020 dengan jumlah penumpang 112 ribu orang. Dari sektor perkeretaapian, volume penumpang pada 28 Oktober 2020 mencapai 14.837 orang dan 1 November 2020 sebanyak 13.894 penumpang. Data itu berdasarkan penjualan tiket PT KAI (Persero) per 22 Oktober 2020.