Didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, pelajar yang masih duduk dibangku SMP itu melaporkan ke Polresta Tasikmalaya. Menanggapi hal itu, AKP Yusuf Ruhiman menagatakan pada, Senin (28/09/2020) sore. Identitas penyebar foto-foto tak senonoh itu sudah diketahui. Pelajar yang melaporkan bersama ibunya sudah memberikan bukti-bukti dan identitas terduga penyebarnya. Setelah mengetahui identitas terduga pelaku, jajarannya akan mendalami kasusnya. Terutama menghimpun bukti dan saksi.
Baca Juga : Ribuan Kartu Tani Tidak Bisa Digunakan
Sebelumnya, ibu kandung pelajar yang berstatus janda itu mengaku pernah pacaran dengan seseorang yang berdomisili di Jakarta. Saat berpacaran, sang ibu mengakui tak jarang melakukan video call WA dengan sang pacar tanpa busana. Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatajkan pada, Senin (28/9) malam. Setelah putus dengan sang pacar, muncullah foto-foto bugil sang ibu di WA teman-teman dan guru-guru pelajar tersebut. Jadi benang merahnya sudah jelas. Siswi SMP yang mengadukan penyebar foto bugil ibu kandungnya, mengaku trauma dan syok, tak menyangka bakal berurusan dengan masalah yang masih tabu baginya. Kasihan sekali. Anak ini syok dan trauma karena foto bugil ibu kandungnya menyebar di media sosial.
Baca Juga : Rugi Rp 59 Triliun, Dana Pensiun Gugat Allianz
Pelajar tersebut merasa sangat dipermalukan dan saat ini sudah mendapat bimbingan psikologis dari tim KPAID untuk mengurangi rasa traumanya. Ibu dan anak ini awalnya mengadu KPAID. Mereka merasa dipermalukan dengan penyebaran foto bugil sang ibu. Sementara anaknya tampak syok. Karena itulah, ibu dan anak ini secara bulat melaporkan konten porno itu ke Mapolresta Tasikmalaya.
Menurut pengakuan sang ibu, dalam video call tersebut terkadang terjadi adegan buka-bukaan. Tanpa sepengetahuan si ibu, video itu diduga direkam.