Baca Juga : Najwa Shihab Terkesan Provokasi, Antek Orde Baru?
Saat masih menjalani perawatan di ruang sal Betet 1 Lantai 4 Gedung Perawatan RS HM Rabain Muaraenim. Dia mengatakan pada Kamis, (23/1/2020) lalu. Kondisi saat ini sudah mulai membaik, sedang menunggu jemputan untuk pulang kerumah, karena kata dokter sudah diperbolehkan pulang.
-
Cagak menjelaskan peristiwa tertelannya biji durian tersebut terjadi pada Sabtu, (18/1/2020) dimana saat itu tiba-tiba ingin makan durian. Saat makan, karena gigi sudah banyak yang ompong, tiba-tiba saja, karena ukuran bijinya tidak terlalu besar, tiba-tiba saja bijinya tertelan, dan rasanya nyangkut di tenggorokan. Sejak saat itu, selama tiga hari ia tak bisa makan dan minum dan merasakan sakit dibagian tenggorokannya. Selama tiga hari tidak bisa makan, setiap kali makan dan minum pasti muntah rasanya tidak enak sekali, akhirnya diantar berobat ke rumah sakit dengan dibantu oleh ibu kades dan katanya harus diangkat biji durennya, dan alhamdulilah sekarang tenggorokan sudah enakan, meskipun masih nyeri dikit karena luka bekas operasinya.
Baca Juga : Ditipu Sebesar US0.000, Djoko Tjandra Akan Laporkan Pinangki dan Andi Irfan
Sehari-hari Cagak bekerja sebagai tukang urut dan menjalani hidup sebatang kara ini. Masih sendiri, belum pernah menikah, dan tidak punya siapa-siapa lagi, di rumah sakit inipun dijaga oleh orang-orang yang masih perduli, dan tidak pernah menyangka akan mengalami hal ini, hobi makan durian tapi tidak pernah seperti ini, mungkin karena memang sudah musibah.
Dalam kesempatan yang sama. Direktur Rs HM Rabain Muaraenim, dr Hendri Yatno Sp. M membenarkan bahwa pihaknya telah menangani pasien yang dirawat akibat tertelan biji duren. Dia mengatakan. Biji duriannya sudah kami keluarkan beberapa hari yang lalu dan saat ini pasien sudah diperbolehkan pulang.