Oknum Wartawan Mengatasnakaman Karutan Kelas II B Sanggau Untuk Morotin Uang WBP

0
312
Oknum Wartawan Mengatasnakaman Karutan Kelas II B Sanggau Untuk Morotin Uang WBP

NAWACITAPOST.com-Kembali Nama Pejabat di di salahsatu jajaran Kementrian Hukum dan HAM Rutan Kelas II B di catut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab berdalih dengan mengurus Assimilasi & Integrasi Rumah sesuai dengan Permenkumham Nomor. 10 Tahun 2020. Hal ini dikatakan olah Kepala Rutan Kelas II B Sanggau Acip Rasidi.

Acip menjelaskan, oknum tersebut meminta sejumlah uang beberapa kali kepada keluarga salah satu Warga Binaan di Rutan Sanggau WBP.

Baca Juga : Kadiskes Nias Barat Gagal Fasiitasi Meteran Listrik, Wakil Bupati Khenoki Waruwu Turun Tangan

“Pada  21 Juli 2020 WBP Rutan Sanggau ijin mau lapor sekaligus konfirmasi benar atau tidak bahwa sekitar bulan Maret oknum wartawan salah satu media di Kalbar meminta sejumlah uang pertama 2 juta dan  kemudian 3 juta serta beberapa kali minta uang transportasi dari Sekadau ke Sanggau untuk mengurus Assimilasi & Integrasi Rumah sesuai dengan Permenkumham no. 10 tahun 2020,  besar uang kurang lebih 9 jutaan yg sudah dikeluarkan oleh keluarga WBP (Istri salah satu WBP) perlu diketahui bahwa  sampai saat ini WBP tersebut masih menjalani Pembinaan di Rutan Sanggau” Kata Karutan Sanggau.

Acip melakukan pengecekan informasi tersebut kepada keluarga WBP yg ada di wilayah Kabupaten Sekadau, ternyata ceritanya benar bahwa oknum melakukan hal tersebut.

Kerena beberapa kesibukan kata Acip, pihaknya baru sempat untuk membuat laporan ke Polisi bahwa ada oknum yang mencatut nama dirinya.

“Karena kesibukan kami di Rutan, makanya hari ini baru bisa membuat laporan polisi, karena dari korban penipuan sudah kami dapatkan hasil rekaman pembicaraan serta pada saat menerima uang tsb. Kebetulan Oknum tersebut sekitar kurang lebih 2 bln lalu juga sudah ditahan dalam kasus yang lain Perusakan diwilayah Kabupaten Sekadau” Ujar Acip( 4/8/2020).

Berdasarkan laporan korban istri WBP setelah dipertemukan, oknom tersebut sudah mengakui perbuatannya dan minta maaf.

“Saya selaku Kepala Rutan akan menindak lanjuti perkara ini mengingat ini institusi Kemenkumham dan  pelakunya harus diproses sesuai dengan ketentuan serta hukum yang berlaku (JkN),”tegasnya.