SMP N 2 SATU ATAP IDANOTAE, DESA BUHAWA BUTUH PERHATIAN PEMDA NISEL

0
410
Foto : Salah satu ruangan kelas yang mengalami kerusakan parah

Buhawa-Nias Selatan, NAWACITAPOST –  Sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 2 Satu Atap Idanotae, Desa Buhawa, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan butuh perhatian khusus dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah nias selatan dalam menunjang pendidikan siswa/siswi SMP N2 SATU ATAP IDANOTAE. Senin (3/8/2020)

Hal tersebut secara langsung disampaikan oleh kepala sekolah SMP N2 Satu Atap Idanotae, Desa Buhawa, Sehati Telaumbanua, S.Pd kepada awak media nawacitapost pada saat turun langsung ke lokasi sekolah.

“Dalam proses belajar mengajar, murid merasa terganggu akibat  kursi,meja,Blackboard (Papan Tulius) tidak ada, dan bahkan Flavon pada rusak, lantai juga pada rusak. Ianya juga menyebukan sebelumnya pihak sekolah sudah mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini dinas terkait atas keluhan yang mereka rasakan disekolah. Ungkap Kepala Sekolah

selajutnya kasek menyampaikan bahwa “Disekolah SMP N2 Satu Atap Idanotae bahwa 5 Ruangan Sekolah. Namun hanya ada 2 ruangan yang bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Sedangkan ruang kelas yang lain sudah tidak layak dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Ianya (Kasek) juga menjelaskan bahwa disekolah yang ia pimpin tidak ada guru PNS dan Guru Bantu Daerah (GBD) namun yang ada hanya guru tidak tetap (GTT). Bahkan siswa/siswinya pun hanya 130 Orang”. Terangnya

Ketika awak media menanyakan tentang kantor guru,ruang perpustakaan dan ruang komputer, Kasek Sehati Telaumbanua mengatakan bahwa “Kami menggunakan 1 ruang belajar siswa/i untuk dijadikan sebagai ruang guru. jangan kan ruang guru ada. ruang kepala sekaolah pun tidak ada. Dalam ruang siswa yang kami jadikan sebagai ruang guru, semuanya jadi satu tempat nyang dimana disitu pun kami jadikan tempat buku-buku (perpustakaan). Kembali Ia mengatakan bahwa sekolah SMP N2 Satu Atap Idanotae yang ada didesa Buhawa sangat memprihatinkan, semua bku-buku tidak lengkap, perabot sekolah tidak ada atau jauh dari kata layak. Tahun ini kami hanya menerima siswa/i 34 Orang karna kami tau bahwa ruangan sekolah tidak cukup maka siswa/i nya terbatas untuk mendaftar”. terang kasek

Salah satu guru yang tidak mau disebut namanya menyampaikan “Lokasi sekolah ini bisa saja digenangi banjir karna lokasinya sangat dekat dengan sungai. Ia pun menyampaikan akses jalan menuju sekolah tidak baik, harus melalui 4/5 Sungai dan jalannya dipenuhi lumpur dan bisa dibilang sekolah kami ini masih belum merdeka walau pun nantinya kita akan merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke 75 Tahun tapi kami yang berada di SMP N2 Satu Atap ini belum merdeka dari keterpurukan yang kami rasakan selama ini. Kadang anak sekolah kami tidak kesekolah jika sungai sudah banjir” Ungkap Salah satu Guru

BACA JUGA : Jokowi Instruksikan, Libatkan Emak PKK Sosialisasi Protokol Kesehatan

Seperti yang diketahui bahwa sekolah ini belum ada Akses Jaringan PLN dan Akses Jaringan Internet, bahkan sekolah SMP N2 Satu Atap Idanotae belum memiliki Ruang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang belajar yang layak, Komputer, buku belajar, jamban pun tidak ada. Bahkan jika ada informasi penting dari pemda atau dari mana pun,  sekolah ini sangat terlambat menerima informasinya.

Ani Asni adalah salah satu siswa yang menyampaikan harapan mereka sebagai peserta didik disekolah SMP N2 Satu Atap Idanotae, Desa Buhawa

“Kami mengharapkan adanya perhatian pemerintah daerah, supaya kami bisa maju seperti sekolah lain. Sekolah kami ini sangat kumuh jauh dari perhatian pemerintah untuk itu kami meminta kepeduliannya untuk membangun sekolah dan melengkapi perabot-perabot yang seharusnya kami gunbakan untuk belajar”.

Pada saat awak media nawacitapost langsung menijau lokasi sekolah, kades setempat pun hadir. Kades berharap bahwa sekaolah yang berada diwilayahnya agar dapat diperhatikan. “Kita memiliki harapan besar kepada pemerintah daerah bahkan tidak tertutup kemungkinan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi sumatera utara, sekiranya bisa memperhatikan juga akan fasilitas sarana dan prasarana sekolah yang ada disini”. Pungkas Faatulo Tafonao

Melalui sambungan Telpon Sekjend FORNISEL,Beesokhi Ndruru berjanji akan menyampaikan hal Ini kepada ketua Umum FORNISEL Bpk Brigjend.Pol. Drs. Bahagia Dachi, SH,.MH Dan meneruskan kepada Pemda NISEL Khususnya Kadis Pendidikan.

Didalam Telegram Group FORNISEL info Ini sudah ditindak lanjut oleh Kadis Bapeda Abdiel Amazihono tuk disampaikan kepada bu Kadis Pendidikan. respon Cepat Ini adalah bentuk Kepedulian nyata Dan tentunya kita berterimakasih Dan berharap hal Ini dalam waktu Dekat segera dirindaklanjuti ungkap Bee Ndruru.

Khususnya Pengadaan Sarana prasaran belajar mengajar Spt meja kursi, papn tulis dan toilet.

Foto : Salah satu ruang kelas yang mengalami kerusakan parah

Foto : Kepala sekolah dan Bapak/ibu Guru

Foto : 2 Ruangan Sekolah yang bisa digunakan untuk proses belajar mengajar.
Foto : Kepala Sekolah dan guru saat membantu tim nawacitapost dalam menyebarangi sungai yang lagi banjir