Komisi II DPRD Kampar Kunjungan kerja di DPRD Pelalawan

PELALAWAN, NAWACITAPOST- Komisi II Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, melakukan kunjungan kerja di DPRD Kabupaten Pelalawan, Selasa (21/7/2020).

Agenda yang dibahas dalam kunjungan kerja (Kunker) Komisi II DPRD Kampar ini di DPRD Kabupaten Pelalawan terkait dengan masalah Pendididikan dengan Sistim belajar daring/Vicon yang diterapkan kepada Sekolah Tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Anggota Komisi II DPRD Kampar yang melakukan Kunjungan Kerja di DPRD Kabupaten Pelalawan, di Pimpin Sekretaris Komisi II DPRD Kampar, Habiburrahman (PPP), Zalka Putra (PKS) dan Anotona Nazara SE (PDIP) dan H.Warid (PAN) yang disambut baik Kabag Umu Farid Mukhtar S.Sos dan Kabid Keuangan Sekwan, Drs. Ramalan Rauf di ruang rapat Gedung Parlemen Pelalawan.

Baca Juga : Oknum Pendamping PKH di Kecamatan Angkola Sangkunur Diduga Korupsikan Bantuan PKH

Kepada media ini, Anotona Nazara SE menyampaikan tujuan Kunker Komisi II DPRD Kampar ke DPRD Kabupaten Pelalawan untuk Sering program penerapan belajar daring keada siswa-siswi tahun ajaran baru yang diberlakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan melalui daring/vicon.

“Benar, inti pembahasan dalam kunjungan ini adalah melakukan koordinasi terkait penerapan pendidikan daring/vicon itu. Kendatipun di daerah Kampar juga melakukan sustim daring dalam tahun ajaran baru. Namun perbedaan sistim misalnya akan kami bawakan di daerah kampar,” jelasnya.

Itu lah tujuan kita dari Komisi II DPRD Kampar melakukan kunker agar penerapan sistim pelaksanaan pendidikan belajar melalui Daring/vicon oleh Dinas Pendidikan di tengah berlangsungnya pendemi Covid-19 dapat kita bawa dan terapkan di Kampar.

“Hal-hal yang baik dalam penerapan belajar daring ini yang perlu diadopsi Komisi II DPRD Kampar di daerah Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.

Baca juga :  Lapas Kelas III Gunung Tua Kanwil Kemenkumham Sumut Gelar Upacara Kemerdekaan Sekaligus Upacara Pemberian Remisi 17 Agustus 2022

Menegenai penerapan sistim belajar daring ini juga sama. Namun kendalanya di Kampar adalah daerah-daerah yang masih belum terjangkau internet. Disamping itu juga, kata Anotona Nazara SE bahwa semua Siswa/i tidak memiliki HP Android,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anotona Nazara SE menyampaikan bahwa selain mengadopsi sistim penerapan belajar Siswa/i di tahun ajaran 2020/2021 melalui Daring dan juga membahas masalah penerapan sistim penerimaan PPDB dengan sistem Zonasi.

“Ya, masalah dalam penerapan Zonasi dalam PPDB Tahun 2020 ini sangat merugikan masyarakat. Sejatinya Zonasi ini harus dikaji lagi karena Pemerintah Daerah tidak bisa mengikuti pemerintah pusat seperti DKI yang memiliki fasilitas sarana dan prasarana sekolah setiap jarak 1 kilometer hampir memiliki gedung sekolah,” ujarnya. (Yul)