Drs.Abu Tohir : Proses Mengajar Tahun Ajaran Baru 2020 Belum Bisa Dipastikan

0
171
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci, Drs. Abu Tohir

Pelalawan,NAWACITAPOST.COM – Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN-1) Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci, Drs. Abu Tohir menyampaikan bahwa pihak sekolah  belum bisa mastikan pelaksanaan keberlangsungan kegiata mengajar Tahun Ajaran Baru 2020 di SMPN 1 Pkl Kerinci.

Drs.Abu Tohir menyampaikan bahwa proses pelaksanaan kegiatan untuk Siswa-siswi tahun ajaran 2020/2021 ini, belum bisa diprediksi akan bisa normal seperti biasanya karena daerah Kabupaten Pelalawan, masih zona kuning Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN-1 Pkl Kerinci, Drs. Abu Tohir saat dikonfirmasi media ini, di ruang kerjanya, Senin (13/7/2020).

Kepada media ini, Drs.Abu Tohir mengatakan. Kendatipun sekolah masuk tanggal 25 Juli 2020 ini dan proses belajarnya dilakukan melalui Daring/vicon. Mengenai siswa-siswa yang masuk tanggal 15 s/d 18 Juli 2020 ini, bukan mengikuti proses belajar melainkan hanya memperkenalkan diri sekaligus mengenal siapa guru/wali kelasnya.

BACA JUGA : Memperingati Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gelar Upacara Pengibaran Bendera

“Iya-lah, dalam kegiatan itu, seluruh Siswa-siswi dan para wali kelas/guru tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Drs.Abu Tohir (Kepsek SMPN 1 Pkl Kerinci) menyebut bahwa kegiatan siswa-siswi yang masuk Hari Rabu tanggal 15 s/d 18 itu, tidak ada kegiatan proses belajar sebelum adanya informasi dan pernyataan resmi Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19.

Menurut Kepsek SMPN 1 Pkl Kerinci, kehadiran Siswa/i di sekolah terhitung Rabu Tanggal 15 sampai dengan 18 Juli 2020, agar masing-masing murid bisa beradabtasi dengan lingkungan sekolah, mengetahui dimana lokalnya, mengetahui Ruangan Perpustakaan, Ruangan Guru dan mengetahui tata letaknya Kamar Mandi/WC.

“Jika pun ada proses mengajar dan belajar tanggal 25 Juli 2020 kedepannya dan akan diberlakukan 2 Shif dengan pembagian 20 orang per lokal. Itu pun melalui proses Daring/vicon,” tambahnya.

Abu Tohir lagi, Jika siswa yang tidak memiliki Gadget/Hp dan wali kelasnya sendiri yang akan menginformasikan melalui Handphone siswa/i atau Handphon orang tua. Disinggung awak media tentang upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di SMPN 1 Pangkalan Kerinci.

“Ya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, M.Zalal sudah menyampaikan agar mengirimkan Nama-nama Guru/wali kelas yang bersedia mengikuti Rapid Test. Tapi, masih belum sempat mengingat kesibukan,” katanya.

selanjutnya Drs. Abu Tohir menyampaikan “Ya, kita sudah ada rencana Rapid Test bagi tenaga Guru/wali kelas di SMPN 1 Pangkalan Kerinci,” ungkapnya. (Yul)