Uji Specimen SWAB/TCM Pasien Positif Covid-19 Gunungsitoli, Sesuai Standar Pemerintah

7
2810
dr. Hotman Purba, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Gunungsitoli

Gunungsitoli, Nawacitapost.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, sejak bulan Mei 2020 telah memiliki dan menggunakan Alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi Virus SAR-COV2 yang menyebabkan penyakit Corona virus Disease-19 (Covid-19).

Jauh sebelum pandemi SAR-COV2 merebak, alat tersebut telah tersedia di RSUD Gunungsitoli untuk mendeteksi Virus Tuberkulosis atau TBC.

Hal ini sesuai dengan penjelasan Kepala Bidang Pelayanan RSUD Gunungsitoli dr. Hotman Purba kepada Tim Nawacitapost dalam sesi wawancara, pada Jum’at (19/06/20).

Alat Pemeriksaan Swab TCM Di RSUD Gunungsitoli

Dalam penjelasan dr. Hotman Purba, sesuai dengan panduan penanganan pandemi SAR-COV2 Kementerian Kesehatan RI bahwa alat pendeteksi virus tuberkulosis di upgrade/ditingkatkan penggunaannya untuk mendeteksi Virus SAR-COV2 dengan menggunakan catridge khusus.

Baca Juga : 10 Orang Warga Desa Sirete Melakukan Pemeriksaan Rapid Test

“Catridge tersebut, telah dikirimkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada akhir April 2020” tutur dr. Hotman Purba.

Dari penjelasan dr. Hotman Purba terkait dengan pengujian specimen 2 pasien Kabupaten Nias yang dilakukan di USU Medan, itu disebabkan pada saat itu catridge khusus belum tersedia di RSUD Gunungsitoli.

dr. Hotman Purba menjelaskan bahwa dalam pengujian specimen untuk mendeteksi virus SAR-COV2, ada dua cara yaitu dengan SWAB/ PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Pengujian dengan SWAB/PCR membutuhkan waktu yang lama dalam mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang telah ditunjuk pemerintah. sedangkan SWAB/TCM (Tes Cepat Molekuler) menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis catridge. Hasil tes TCM dapat diketahui dengan cepat kurang lebih 2 – 3 jam untuk menentukan pasien negatif atau positif covid-19. Saat ini di Indonesia ada 132 Rumah Sakit dan beberapa Puskesmas telah memiliki alat SWAB/TCM.

Terkait dengan Pasien Positif Covid-19 Gunungsitoli, yang saat ini menjalani proses isolasi dan perawatan di RSUD Gunungsitoli, telah menjalani proses pengujian specimen dengan menggunakan SWAB/TCM dan sesuai dengan standard Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI.

“Hasil SWAB/TCM pasien Gunungsitoli dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan aturan Kementerian Kesehatan RI” tegas dr. Hotman Purba.

Diakhir wawancara, dr. Hotman Purba memohon dan menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan, ” Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan Pakek Sabun dan Hindari Kerumunan” tuturnya sederhana.

Reporter : Alexsius Telaumbanua (Nawacitapost.com, Gunungsitoli)

Comments are closed.