Mediasi Tahap Kedua Antara Surdiman Vs Christian, Gagal!

1
563

Gunungsitoli, Nawacitapost.com – Sudirman Telaumbanua, seorang masyarakat Desa Onozitoli Sifaoro’asi Kota Gunungsitoli, mengharapkan penegakkan hukum yang seadil-adilnya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, atas perkara hukum perdata yang sedang berjalan saat ini. Dimana, tanah hak milik Sudirman Telaumbanua yang dibuktikan dengan sertifikatnya, telah diserobot oleh Mayjen (Purn) Christian Zebua.

Kepada beberapa awak media, Sudirman menjelaskan bahwa masalah ini terjadi sejak tahun 2015.

Baca Juga : Program Asimilasi Covid-19 Rutan Kelas 2A Pontianak Berjalan Sangat Baik

Sebenarnya masalah ini terjadi sejak tahun 2015, terang Sudir. Dilanjutkannya, berawal ketika Chystian membangun akses jalan menuju puncak, tanah miliknya (Christian _red), namun dalam membuat akses jalan tersebut, sebagian tanah milik saya ikut terpakai untuk akses jalan tersebut, sehingga selain tanah saya telah diserobot, rumah saya tertutup oleh jalan dan mengakibatkan akses jalan keluar dari rumah saya tertutup karna jalan yang dia bangun lebih tinggi dari rumah saya, terang Sudir.

Selain rumah saya tertutup oleh jalan, setiap musim hujan, rumah saya menjadi sasaran genangan aliran air dari atas/puncak, tutur Sudir.

Pada saat dibuat akses jalan, saya pernah mengeluhkan kepada Christian masalah posisi rumah saya yang rendah dari jalan yang dia bangun, saat itu ada kesepakatan untuk membangun rumah saya dengan mensejajarkan ketinggian bangunan jalan, namun hingga saat ini janji tersebut belum terpenuhi. Dan sebagai masyarakat biasa, kepada siapa lagi saya harus mengadu selain menempuh jalur hukum?, Keluh Sudir.

Diketahui sebelumnya, Sudirman sudah mengajukan gugatannya di PN Gunungsitoli, sehingga pihak PN Gunungsitoli melakukan sidang mediasi perdana pada Selasa (2/6/20) dan dilanjutkan sidang mediasi tahap ke- 2 pada Selasa (9/6/20).

Hasil sidang mediasi tahap ke-2 yang difasilitasi oleh hakim mediator Taufiq Noor Hayat, SH menyampaikan kepada penasehat hukum tergugat I yang menjadi tuntutan penggugat. Dimana tuntutan penggugat tersebut telah diserahkan sebelumnya kepada mediator.

Namun pihak tergugat I tidak dapat memenuhi seluruh gugatan penggugat, sehingga sidang mediasi untuk tahap ke-2 gagal.

Dikonfirmasi kepada Christian Zebua melalui kuasa hukumnya, Itamari Lase, SH., MH, usai sidang mediasi tahap ke-2 di PN Gunungsitoli, Selasa (9/6/20) mengenai hasil mediasi, Itamari dengan singkat menjawab ” untuk mediasi saat ini, gagal dan kita tunggu sajalah dipengadilan”.

Sementara, Sudirman Telaumbanua usai mengikuti sidang mediasi kepada wartawan menyatakan bahwa, saya sudah sangat cukup sabar agar perkara ini dapat selesai melalui mediasi yang telah saya percayakan sepenuhnya kepada hakim pada sidang pertama minggu lalu.

Sebagai masyarakat lemah, saya selalu bersedia diri jika saya diminta untuk berdamai, namun pada sidang mediasi kali ini, tergugat I melalui PH nya justru lebih menginginkan agar perkara ini dilanjutkan.

Saya pun selaku penggugat legowo akan hal itu dan berharap kepada majelis hakim untuk dapat memutus dengan seadil-adilnya dan berpihak kepada yang benar berdasarkan ketuhanan yang maha esa” Ujar Sudir

Dikatakan Sudirman, PH tergugat I sangat lihai dalam memutar balikkan realita yang ada. “Dalam ruang sidang mediasi, usai menawarkan ganti rugi 30 juta berdasarkan petunjuk objek tergugat I, kemudian PH tergugat I kembali menyampaikan kepada hakim dan penggugat jika maksimal ganti rugi yang dapat disanggupi senilai 40 juta, ungkap Sudirman kepada wartawan.

Menurut Sudirman, tergugat I sebelumnya pernah mengutus seseorang untuk menyelesaikan persoalan ini dengan menawarkan ganti rugi kepada saya senilai Rp 50 juta pada tahun lalu. Bahkan tergugat I mengakui sendiri hal itu melalui WhatsApp group PILKADA KEPNIS 2020 dengan kalimat “Siap ganti rugi sebesar 5 juta per meter atau jumlah rupiah Rp 50 jt. Padahal kepada yang lain saya ganti rugi 250rb/m” tulis Christian Zebua di WhatsApp pada tanggal 20 mei 2020 lalu.

Tim

Comments are closed.