AWAKPON (Aliansi Warung Kopi Pontianak) Adukan Satpol PP ke DPRD Kota Pontianak

0
166
AWAKPON (Aliansi Warung Kopi Pontianak) Adukan Satpol PP ke DPRD Kota Pontianak

PONTIANAK, NAWACITAPOST – Pandemi Corona Virus Deseases 2019 atau COVID 19 membuat semua persendian perekonomian di Dunia Terutama di Indonesia Dan Khususnya di Kota Pontianak menjadi lesu.

“Dampak kepada UMKM sangat di rasakan begitu menyakitkan bagi pergerakan Ekonomi masyarakat sampai ke tingkat bawah, imbasnya adalah Usaha-usaha UMKM banyak yang mengeluh dan Bangkrut sehingga dengan terpaksa harus merumahkan hampir seluruh pekerja.Hal itu di karenakan tidak adanya pemasukan dan Omzet menurun drastis dan hilang,”ungkap Ketua AWAKPON Zulkarnain saat audiensi dengan DPRD KOTA PONTIANAK kemarin (05/06).

Baca Juga : Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah ditangkap Tim Densus 88 Antiteror

AWAKPON menyesalkan tindakan aparat SATPOL PP Kota Pontianak yang didalam kegiatannya melakukan RAZIA ke seluruh Warkop yang ada di Kota Pontianak dengan cara arogan dan menyita Barang dagangan Mereka.”Sementara SATPOL PP sendiri mengabaikan Surat perintah yang hanya berupa Himbauan dan Bukan Larangan,”jelasnya.

“Ada Korban dari penyitaan tersebut sangat kesal dan menyesal akan tindakan aparat yang sangat arogan,” katanya.

Hal serupa juga di Tambahkan oleh Sekretaris AWAKPON di dalam forum tersebut, mengatakan bahwa Aparat SATPOL PP tidak pernah memberikan Surat keputusan apapun dari Walikota Terhadap Situasi pademi ini,

“Sejatinya sebagai Kepala Daerah harusnya ada Surat Resmi dari Walikota terhadap situasi ini, “papar Sekretaris AWAKPON.

PHRI menanggapi hal tersebut dan mengeluhkan kondisi tersebut. Karena harus Menutup operasional Hotel dan Restoran karena sudah sangat terdampak, sehingga harus merumahkan Karyawan tanpa di berikan pesangon akibat tidak adanya Pemasukan selama berbulan-bulan sehingga harus menanggung biaya operasional yang cukup besar.

“Harapan mereka dalam Forum tersebut adalah Pemberlakuan New Normal cepat  dilaksanakan dan mereka sudah mempersiapkan Protokol kesehatan sesuai aturan kesehatan agar usaha mereka bisa berjalan kembali dan ekonomi beranjak naik sesuai pidato Presiden Jokowi, imbuhnya.

Arif sebagai Pimpinan Forum yang juga Wakil Ketua DPRD KOTA PONTIANAK mengatakan semua yang di sampaikan hari ini akan di tampung dan di diskusikan secepatnya dengan Walikota Pontianak, dan mulai 15 juni nanti semuanya akan berangsur Normal lagi Tambahnya.