Seorang ASN Melakukan Penganiayaan Terhadap Warga

5
5557
SH alias Ama Tuti Hulu (Pelaku) saat melakukan penganiayaan

Nias Selatan, Nawacitapost.com – Selasa, 19/05 telah terjadi Penganiayaan yang dilakukan seorang  Aparatur Sipil Negara (ASN) an. SH alias Ama Tuti (Pelaku) kepada AH alias Juni (Korban), JMH alias Jaya (Korban/Pelapor), dan TH alias Ama Warman (korban) di depan warung YH alias Yuken Desa Gui-Gui, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan.

Baca Juga : Kades Lolozaria: Pembagian BLT – DD Di Sesuaikan Regulasi

Sesuai konfirmasi yang dilakukan pihak keluarga kepada Tim Nawacitapost melalui Via WhatsApp menyampaikan kronologis penganiayaan kepada keluarganya bahwa pada hari selasa, Korban mendatangi warung Yuken kisaran pukul 14.30 Wib, sekitar 5 menit sebelumnya Pelaku sudah lebih dahulu ada di warung tersebut. saat korban tiba diwarung, Pelaku langsung mencaci maki korban dan korban pun keluar dari warung yuken tersebut. Pada saat Korban Keluar, Pelaku melakukan penyerangan langsung dengan menumbuk dada sebelah kanan Korban sebanyak dua kali. Akibat dari tindakan pelaku tersebut, korban pun tersungkur/terjatuh, warga yang melihat penganiayaan itu langsung mengamankan. Pada saat diamankan, pelaku juga meninju orang yang ada disekitarnya yaitu An JMH Alias Jaya.

 

Lanjutnya “Pelaku di pulangkan ke rumahnya di desa gui-gui, namun tidak berlangsung lama pelaku datang kembali ke warung yuken dengan memaki dan langsung turun dari sepeda motornya dan melakukan pemukulan kepada JMH alias Jaya diwajah sebelah kiri dan terdapat luka, pihak keluarga pelaku pun melerai perkelahian tersebut.

karna korban merasa tidak terima atas penganiayaan terhadap dirinya, korban mendatangi kantor polisi untuk membuatkan LP. Selasa (19/05) sekitar 17.10

Baca Juga : Terima Bantuan dari Pemprov Riau, Pemkeb Siak akan Salurkan BLT kepada 16.800 KK

Pihak polisi pun tidak melayani korban karena alasan listrik padam dan tidak ada alat penerangan (genset). Polisi Pun menyarankan korban untuk melakukan visum di puskesmas tanpa adanya pendampingan pihak berwajib. Karena adanya perdebatan di kantor polisi, korban memaksa pihak berwajib untuk membuatkan LP hingga masyarakat setempat memfasilitasi baik dari genset mau pun laptop. Hingga akhirnya korban berhasil membuatkan laporannya dikantor polisi sekitar pukul 22.00 Wib dan korban pun diantar ke puskesmas dan visumnya pun hari Rabu.

Dari hasil laporan korban kepada pihak polisi dengan  Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/ 06 / V /2020/SPK-B/SU/RES.NISEL/SEK.GOMO dengan tindak pidana pasal 170 subs pasal 351 ayat (1) dari K.U.H.Pidana

bahwa sampai berita ini dipublis, Polsek Gomo belum menyampaikan keterangan, sesuai dengan permintaan konfirmasi melalui pesan elektronik tim Nawacita

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here