Tak Sanggup Bayar Kredit Mobil, Seorang Pria Depresi Hingga Gantung Diri

1
363
Tak Sanggup Bayar Kredit Mobil, Seorang Pria Depresi Hingga Gantung Diri

Nawacitapost- Kisah tragis di tengah pandemi wabah virus COVID-19 dialami seorang sopir taksi online. Pria 33 tahun yang tinggal di Cikarang, Jawa Barat itu nekat mengakhiri hidupnya karena tidak sanggup membayar cicilan.

Yusri menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (6/4) lalu pukul 16.00 WIB. Anak korban melihat ayahnya melepaskan tali ayunan yang berada di dalam rumah dan kemudian menuju kebun di belakang rumah.

“Anak dan istrinya tidak melihat korban selama dua jam di dalam rumah, kemudian mereka mencari korban di belakang rumah,” jelas Yusri dalam siaran tertulis, Selasa (7/4).

Anak korban syok melihat ayahnya sudah tergantung di dahan Pohon Sengon belakang rumah. Dia meminta tolong warga sekitar untuk menurunkan tubuh sang ayah dari tali gantungan tersebut.

Pihak kepolisian mendalami kasus kematian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi termasuk istrinya, korban sering melamun.

Baca Juga : Praktik PSBB di DKI Jakarta, Anies Baswedan : Tidak ada Perbedaan Signifikan

“Keterangan istri korban, sebelumnya ada seorang laki laki yang datang ke rumahnya menagih cicilan kredit mobil, setelah itu korban sering melamun karena sudah 2 bulan tidak narik,” ujarnya.

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.

Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

 

 

Comments are closed.