AKNIRA Terancam Gagal Menuju PSDKU USU

1
176
AKNIRA Terancam Gagal Menuju PSDKU USU

Nias Utara, NAWACITApost.com – Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (AKNIRA) yang berdiri sejak tahun 2013 berdasarkan Kepmendikbud nomor. 179/P/2013, tanggal 26 September 2013; adalah salah satu upaya keberhasilan pemerintah saat itu dalam meningkatkan taraf kecerdasan masyarakat Nias Utara melalui pendidikan.Dimana saat itu, kepala daerah Nias Utara Drs Edward Zega.

Seiring berjalannya waktu hingga masa pemerintahan Edward Zega berakhir pada tahun 2015, dan digantikan oleh M Ingati Nazara sampai saat ini, AKNIRA sudah bekerja sama dibawah naungan binaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Sumatera Barat, dengan program Pendidikan Diluar Domisili (PDD), hingga berakhir masa pembinaan PDD AKNIRA pada tahun 2019.

Dengan berakhirnya kerjasama dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, pemerintah Nias Utara niat menjalin kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara dengan Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) yang difasilitasi oleh Dr. Saharman Gea.
Tentunya dalam mencapai tujuan tersebut, harus melalui proses dan keseriusan stakeholder.

Namun dengan berbagai proses dan persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah Nias Utara guna AKNIRA menuju PSDKU USU, ternyata hal_hal seperti itu diabaikan oleh pemerintah Nias Utara dan terkesan menyepelekan USU, beberapa pembuktian ketidak seriusan pemerintah dalam memajukan AKNIRA ; yaitu ketika pihak USU mengundang Bupati M Ingati Nazara untuk berdiskusi di Medan, M Ingati tidak hadir, kemudian USU mengundang Kadisdik Nias Utara, lagi_lagi tidak dihadiri, lalu ada pertemuan antar pemerintah dengan pihak USU yang di adakan di Kaliki, Bupati juga tidak hadir, terakhir Bupati mengundang pihak USU ke Nias Utara dengan mengirim surat undangan tanpa tandatangan Bupati dan tanpa nomor surat.

Tentunya pihak USU merasa kecewa dan merasa tidak dihargai oleh M Ingati selaku Bupati Nias Utara.

Sehingga, dengan pemerintah Nias Utara yang seakan menyepelekan USU, akhirnya ; yang seharusnya akan dilakukan penanda tanganan MoE antara pemerintah Nias Utara dengan USU, kini telah dialihkan penanda tanganan MoE tersebut di kota madya Sibolga pada Kamis (5/3/20).

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh DPRD Nias Utara, Kamis (5/3/20) dilantai III kantor DPRD , turut hadir Sekda Nias Utara , Kepala Bappeda, Kadisdik, Kadistan, Akademik AKNIRA dan para dosen. Dimana pada RDP yang digelar, hampir seluruh anggota DPRD yang hadir saat itu menyampaikan rasa kekecewaan mereka kepada pemerintah Nias Utara atas kondisi AKNIRA saat ini yang terancam tutup, oleh karena ketidak seriusan pemerintah dalam mengikuti proses dan melengkapi syarat yang harus dipenuhi guna kemajuan AKNIRA menuju PSDKU USU.

Menurut pendapat beberapa anggota DPRD, meminta agar bupati Nias Utara M Ingati Nazara meminta maaf kepada USU atas kecerobohan dan sikap menyepelekan yang dilakukan pemerintah Nias Utara terhadap USU. Karena dampak apabila AKNIRA gagal menuju PSDKU USU, maka banyak yang jatuh korban dan malu ; dimulai dari masyarakat penghibah tanah, orang tua para Akademik, para tokoh pendiri AKNIRA sebelumnya, dan terlebih anggaran yang sudah tersedot untuk AKNIRA yang sudah mencapai Rp 47,8 miliar, sia-sia.

Baca Juga : Melaksanakan Kecepatan Program Pemerintah, ASN Lingkup Kab. Nias Menandatangani Perjanjian Kinerja Kepada Bupati

Demikian juga beberapa dosen AKNIRA yang ikut menyorot dan mendorong pemerintah melakukan upaya agar AKNIRA luput dari masa krisis gawat darurat, para dosen kecewa karena pemerintah tidak melibatkan mereka para dosen yang ahli dalam melengkapi dan menyusun syarat yang dipenuhi AKNIRA menuju PSDKU USU.

Mendengar masalah AKNIRA yang kini berada di ujung tanduk yang terancam tutup, mantan Bupati Nias Utara Drs Edward Zega bagai tersambar petir, betapa tidak ? Kepada awak media nawacitapost saat wawancara via selular ; Edward mengatakan sangat kecewa dan malu.

“Saya kaget dengar informasi kalau AKNIRA terancam tutup, saya benar_benar kecewa dan malu kepada pemerintah Nias Utara saat ini, jelas Edward. Dilanjutkan ; kita dulu berupaya memacu pendidikan agar supaya taraf kecerdasan masyarakat kita dapat meningkat, kita mulai dengan membangun SDM melalui pendidikan, kita mulai membangun akademi baru nanti kita tingkatkan menjadi universitas atau perguruan tinggi,” harap Edward.

“Tapi entah apa yang merasuki pemerintah saat ini hingga kesempatan bagi generasi Nias Utara untuk maju tiba_tiba putus ditengah jalan. Padahal kepala daerah lain berupaya keras untuk mengejar dan meraih peluang ini, tapi bupati Nias Utara berpendapat lain,” tambahnya.

Edward Zega melanjutkan, perlu digaris bawahi kalau memang ada pihak-pihak lain yang sengaja menggagalkan AKNIRA ini oleh karena ada niat buruknya membangun jaringan Universitas Terbuka jarak jauh, jangan harap itu bagian keberhasilan Nias Utara , tapi justru sebaliknya menjadi kegagalan pemerintah membangun Nias Utara.

“Saya berharap kepada Bupati Nias Utara Ingati Nazara agar memiliki hati yang serius membangun Nias Utara, jangan kecewakan generasi dan anak-anak kita yang ingin menimba ilmunya pada jenjang yang lebih tinggi, sekali lagi ” jangan kecewakan mereka” ,tegas  anggota DPRD, Edward Zega provinsi Sumatera Utara.

Rporter : Ibezanolo Zega.

Comments are closed.