Rabu, 3 Juni 2026

Risma Timbun Masker, Ketua PBB Surabaya : Pemborosan Uang Rakyat

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Kamis, 5 Maret 2020 | 21:41 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Merebaknya virus corona membuat negara china memproduksi jutaan masker dalam waktu Sepekan dikarenakan kekurangan stock. Sementara pemerintah jepang membagikan jutaan masker kepada warganya untuk mengantisipasi sebaran virus corona. Lain hal nya walikota surabaya risma malah menimbun masker disaat warganya yang kelimpungan mencari masker kesehatan tersebut.


Fenomena kenaikan harga masker kesehatan ini viral dimana mana, satu buah masker saja harga nya bisa mencapai 10 hingga 16 ribu. Disisi lain dalam pres confrense nya Presiden Joko Widodo dan Kapolri berjanji akan menindak tegas, siapapun yang melakukan penimbunan masker dan mempermainkan harga.  Tindakan tegas ini sesuai dengan Pasal 107 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.



Baca juga : “Propaganda Masker”, Menkes: Salah Sendiri kok Beli?

“Pelaku Usaha dilarang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga,dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang.” Dan atas pelanggaran pasal tersebut ancaman sanksinya iyalah 5 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 50 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 107.


Saat ini sudah ada beberapa orang yang disangkakan menimbun masker dan anti septik sudah ditangkap dan diproses hukum oleh pihak kepolisian.



Baca juga : Berikut Lima Tips melawan Virus Corona

Atas kejadian ini lantas berlakukah sanksi tersebut bagi walikota surabaya, Bu Risma ?
Yang sudah jelas-jelas mengaku menimbun masker ketika warga membutuhkannya,
apapun alasan risma ini tidak bisa di benarkan, karena pengadaan barang itu pun harus mendapatkan persetujuan DPRD kota Surabaya. Walaupun untuk menghadapi tanggap bencana.


" Silakan kawan kawan media cermati apa saja yang sudah dilanggar oleh walikota surabaya yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya ini. Mbok yo gak usah panik, Ini jangan-jangan yang panik dan membuat situasi tidak nyaman itu bu walikotanya sendiri," ujar Samsurin Wilangon ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Surabaya. (Kamis, 05/04/20)



Baca juga : Menkes : 2 Orang Tertular Virus Corona Akibat WN Jepang yang Berkunjung ke Jakarta

Beberapa minggu yang lalu tiba tiba viral vidio risma soal ramalan gunung meletus dan gempa, lantas mau bikin seremonial menyambut kapal pesiar orang asing disaat suasana kekawatiran orang akan virus corona, yang pede nya lagi umumkan bahwa walikota menimbun masker kesehatan disaat stock masker mulai langka dan mahal, tentu bukan warga surabaya saja yang protes atas inisiativ risma ini warga jawa timur juga pasti kecewa.


" Sekarang kalau kondisi seperti ini siapa yang menyebabkan warga panik?, nanti bisa bisa dimainkan pihak yang mencari keuntungan lho," ujar cak Surin panggilannya saat ditemui Nawacitapost di kantor sekretariat PBB.



Baca juga : Berikut Lima Fakta Terkait dua Pasien Depok Positif Corona

Sarannya pada masyarakat agar tidak perlu membeli masker, karena menurut pak mentri kesehatan bahwa masker itu buat orang sakit, kita tidak perlu lebay membeli kalau kita tidak sakit.


Surin yakin warga kota surabaya akan memperhatikan gaya hidup lebih sehat setelah fenomena virus corona ini, dan semoga semua selalu dalam keadaan sehat wal afiat,dan terhindar dari segala penyakit, kata Samsurin.


Surin juga meminta semua tetap menjalani kehidupan normal dan insha Allah badai akan segera berlalu. Mengenai borong memborong masker kesehatan bu Risma wajib dimintai pertanggung jawabanya saja.


" Ini namanya pemborosan uang rakyat surabaya," Tegasnya. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini