Salah seorang siswa yang namanya enggan disebut, kepada awak media saat dikonfirmasi baru-baru ini mengatakan merasa kecewa dengan tindakan kepala sekolah.
"Awalnya saya tidak yakin kalau lokasi sekolah dipindahkan, tapi setelah kepala sekolah mulai memindahkan kursi dan meja dari lokasi sekolah lama ke lokasi sekolah baru dengan membawa beberapa unit mobil pada Jumat (21/2/20), baru kami yakin kalau benar ada niatnya memindahkan lokasi sekolah", jelas siswa. Beruntung pemindahan meja dan kursi digagalkan oleh beberapa anggota komite sekolah, termasuk ketua komite.
Baca Juga: Iptu Sonahami Lase, SH., Lakukan Kunjungan Sosial
Saat dikonfirmasikan kepada ketua komite sekolah yang juga sebagai penghibah tanah untuk lahan sekolah, Asanudi Gea alias Ama Idaman terkait peristiwa pemindahan meja dan kursi para siswa, Sabtu (22/2/20), Asanudi membenarkan. Benar, kepala sekolah memindahkan meja dan kursi dari lokasi sekolah, beruntung kami ada saat itu untuk menggagalkan rencana tersebut.
Lebih jelas Asanudi Gea didampingi Aminudi Gea, mengatakan bahwa lokasi sekolah saat ini adalah tanah yang sudah kami hibahkan berdua dengan saudara Aminudin, kepada pemerintah seluas 2 ha, ditandai dengan adanya surat kesepakatan antara kami penghibah dengan pemerintah daerah, langsung dengan orang nomor satu di Nias Utara M Ingati Nazara, A.Md, pada tanggal 20/5/2016.
Tapi anehnya baru-baru ini, muncul lagi bangunan sekolah baru yang jaraknya sekira 2 km dari lokasi sekolah sekarang, kami dapat informasi dari pekerja di bangunan tersebut mengatakan bahwa bangunan itu ternyata bangunan sekolah SMAN 2, sehingga muncul berbagai pertanyaan apakah ada gerangan lokasi sekolah dipindahkan ?
Karena bila ada bangunan baru, seharusnya diberitahukan kepada kami sebagai komite sekolah juga penghibah lokasi sekolah pertama, terang Asanudi.
Demikian juga ditambahkan Aminudi kepada awak media mengatakan bahwa, sikap kepala sekolah SMAN 2 Tolo'aro Gea terlalu bersifat penguasa. Dia memindahkan meja dan kursi sekolah tanpa pemberitahuan atau musyawarah lebih dulu kepada kami selaku komite sekolah dan penghibah tanah. Ia mengangkut meja kursi seenaknya dengan alasan adanya simulasi sekolah.
"Jadi kan aneh, kalau memang ada simulasi siswa mengapa tidak diadakan di sekolah kita. Sementara meja dan kursi itu milik masyarakat atau swadaya masyarakat. Jadi kami selaku komite sekolah juga penghibah tanah tidak menyetujui tindakan kepala sekolah yang bersifat penguasa itu, kita ada aturan mainnya, tegas Aminudi.
Ditambahkannya, kalau memang ada niat kepala sekolah untuk memindahkan lokasi sekolah, maka kami akan menuntut untuk mengembalikan kembali hibah yang sudah kami serahkan dan segala bentuk kerugian yang timbul akibat hibah tersebut.
Hingga berita ini dilansir, kepala sekolah Tolo'aro Gea belum dapat dihubungi, awak media berupaya mengkonfirmasi dengan Tolo'aro Gea.
Ibezanolo Zega