PETAHI Minta Dinas PUPR Provsu Perhatikan Jalan Rusak di Lolomatua

1
383
Medan, NAWACITA - Kerusakan jalan Propinsi di Lolomatua Kab. Nias Selatan, Sumatera Utara sudah selayaknya mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Sumatera Utara.
PETAHI Minta Dinas PUPR Provsu Perhatikan Jalan Rusak di Lolomatua

Medan, NAWACITA – Kerusakan jalan Propinsi di Lolomatua Kab. Nias Selatan, Sumatera Utara sudah selayaknya mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Sumatera Utara. Dinas PUPR harus datang dan melihat secara langsung kesulitan masyarakat di dua kecamatan ini. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Talifuse Hili’otalua (PETAHI) Denisman Ndruru, S.Pd., (23/01/2020) kepada nawacitapost.

“Kami bagaikan anak tiri dari Bangsa ini, Sudah bertahun-tahun jalan berstatus jalan Propinsi ini mengalami kerusakan berkali-kali. Pemerintah sepertinya tutup mata”, jelas Denisman.

Baca Juga: Jalan Provinsi di Kecamatan Lolomatua Terancam Putus, Dinas PUPR Provsu Tutup Mata

Dari Lolomatua-Ulunoyo ada beberapa anggota DPRD terpilih yang hampir setiap hari dan atau hampir setiap hari minggu lewat di jalan ini, namun tetap juga terkesan tutup mata.

Menurut Denisman bahwa ada 4 titik yang rusak parah jalan Propinsi Lolomatua yaitu di Desa Lawa-lawa Luo Dsn. Silewe Km. 3 (titik Nol dari Simpang Jalan Propinsi Jembatan NoYO) yang sudah berulangkali putus tapi masyarakat Dusun Silewe selalu bahu membahu menimbun dan mengerjakan sendiri dengan partisipasi dan gotongroyong.

Km. 05 yaitu di Dusun LawalawaLuo depan Gereja AFY Lolomatua, dititik ini jalannya sampai berpulau seakan akan tak bertuan, sehingga kalau lewat di titik ini hati-hati karena alur jalan yang di lintasi tak jelas. Selain berpulau-pulau, bebatuan menonjol ke permukaan jalan sehingga  sulit kendaraan unuk lewat. Denisman menyarakan kalau naik sepeda motor lebih baik turun dan mendorong, jangan berboncengan bisa-bisa jatuh dan nyawa terancam. Maklum kebanyakan kendaraan yang lintas roda dua karena roda empat sudah sangat sulit.

Titik ketiga yaitu di Desa Hili’otalua sepanjang 35 Meter, berkali-berkali terancam putus namun berkali kali juga masyarakat melakukan swadaya gotong royong baik tenaga maupun material.

Baca Juga: Mantan Gubsu Silaturahmi ke Pangdam I/BB

Titik ke-4 atau Km. 16  yaitu di Desa Tuhemberua yang sudah ada korban jiwa  yaitu Marga Damanik dan Marga Laia. Kecelakaan tunggal terjadi di tahun 2014 dan tahun 2015. Jelas salah seorang Tokoh Masyarakat Tuhemberua Ama Gilbert Laia. Kami sangat menanti dan menunggu sentuhan Pemerintah karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di emoat ini. Sejak tahun 2011, jalan ini sudah rusak akibat tanah yang labil sehingga menimbulkan longsor dan terjadi penyempitan badan jalan.

Kedua tokoh ini mengatakan dan meminta supaya Pemerintah Propinsi Sumatera Utara segera memberi perhatian perbaikan jalan ini, masyarakat sangat menderita, harga bahan pokok semakin melonjak tinggi sehingga menimbulkan daya beli masyarakat tak. Harga-harga hasil pertanian  sangat drastis turun tak seimbamg dengan harga barang yang di supplay di Lolomatua dan Ulu Noyo.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala UPTTD PUPR Nias  Provsu Ir. Equator Daeli, selularnya dalam posisi tidak aktif.

Herman A. Ndruru, Sumatera Utara

Comments are closed.