Terkait Pemberantasan Narkoba, Komisi B DPRD Surabaya Hearing Bersama BNNK

2
127
Kartono, Kepala BNNK Surabaya. Istimewa

Surabaya NAWACITA – Fokus pemberantasan peredaran narkoba, Komisi D DPRD Surabaya bersama Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Kartono melakukan hearing di Gedung DPRD, Kamis (2/2/2019).

Menurut penuturan Kartono, di Kota Surabaya jumlah pengguna cukup singnifikan ditambah dengan adanya wilayah pelabuhan yang diduga menjadi salah satu akses peredaran barang haram ini.

Baca juga : Mendarat di Juanda, Gubernur Khofifah Pimpin Rapat Tanggap Bencana di Jatim

“Di BNN Surabaya sendiri hampir 220 orang dalam setahun, ini pemakai dan pecandu coba-coba. Selain itu pengguna di Kota Surabaya cukup signifikan karena merupakan kawasan transit pelabuhan, kemungkinan bisa jadi peredarannya lewat pelabuhan,” terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa Kota Surabaya berada di dalam kawasan zona merah peradaran narkoba, namun dengan adanya dukungan dari DPRD adalah hal yang sangat membantu dalam usaha pemberantasan peredaran narkoba.

Baca juga : Arumi Ingatkan Pentingnya Posyandu Bagi Ibu dan Anak

“Surabaya masuk ke dalam zona merah, bisa dibilang kritis. Alhamdullilah pihak DPRD Kota Surabaya telah mendukung langkah pemberantasan narkoba guna menyelamatkan para generasi muda,”  paparnya.

Menurutnya sabu-sabu menjadi jenis narkoba yang paling banyak digemari oleh para pengguna dengan kategori usia remaja.

Baca juga : AWAL TAHUN, SEKRETARIS KPU JATIM BERIKAN PEMBINAAN PADA STAF KONTRAK

“Terbesar jenis sabu karena para bandar ini kan lihai sekali mengedarkannya. Iya usia remaja bahkan yang kami tangani ini kebanyakan usia berkisar antara 16-20 tahun.

Di periode 2019 pihak BNN Kota Surabaya menangani sebanyak 220 kasus pecandu narkoba, sedangkan kasus penyalagunaan ada sekitar 1.300 baik yang meliputi kurir maupun bandar. (BNW)

Comments are closed.