LCS Memanas, Mesti Indonesia dan Asean Tolak Rayuan Negara Berkonflik

0
373
FOTO : Hendrajit

Jakarta, NAWACITAPOST – Di peroleh kabar dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa konflik di Laut Cina Selatan cenderung memanas dan di tengarai dapat memicu terjadi nya perang, dalam situasi memanas tersebut maka temuan drone di pulau selayar sulawesi beberapa waktu lalu, jadi penting dan krusial. Bukan perkara drone itu punya AS atau Cina. Melainkan lokasi geografisnya, demikian disampaikan Hendrajit pengkaji geopolitik,saat di hubungi awak media, melalui telpon selularnya,Minggu, 11/4/2021 di Jakarta.

BACA JUGA : Menlu RI Tegaskan Akses yang Adil atas Vaksin adalah Kunci untuk Segera Keluar dari Pandemi

“Pulau Selayar dari segi lokasi geografis, merupakan rute penghubung antara laut cina selatan ke Darwin Australia, posisi nya sangat strategis,” ungkap Hendrajit yang juga Direktur Eksekutif Global Future Institute.
Lebih lanjut ia menjelaskan berarti ini isyarat bahwa Alur.Laut Kepulauan Indonesia III merupakan sasaran perebutan pengaruh antara As versus Cina. Karena di alki III ini amat strategis untuk bangun pangkalan militer Yang mesti kita waspadai, pulau selayar dengan nilai strategisnya secara geopolitik, justru jadi daerah abu2 sbg titik temu kepentingan AS dan Cina.

BACA JUGA :  Menlu RI menyerahterimakan 4 WNI yang disandera Kelompok Abu Sayyaf

“Apalagi kalau memanasnya konflik kedua negara adikuasa di LCS hanya bukan benar2 ditujukan untuk perang tapi cuma alas untuk mengkompromikan tujuan politik dari perang” tukasnya

Ia juga menambahkan Aspek lain yg perlu disorot. Dengan memanasnya kedua kubu di LCS, apalagi dengan kegusaran filipina sbg sekutu AS di asia tenggara, sekarang AS beralasan utk mengajak asean membentuk pakta pertahanan ala NATO di asean seperti.SEATO pada perang dingin dulu..

“Indonesia dan ASEAN harus menolak skema kerjasama macam ini. Sebab sama saja menyeret tetangga rumah berantem di halaman rumah kita sendiri,” pungkasnya.

 

(Tricahyo)