Kakanim Khusus Kelas 1 Surabaya Edy Eko Putranto Pemberi Solusi Di Tengah Masalah 

0
213
Kepala Kantor Imigrasi Khusus Kelas 1 surabaya Edy Eko Putranto SH, MM

Jakarta, NAWACITAPOST – Jumlah pemohon paspor di  kota Surabaya dalam situasi norman atau non covid 19 (Pebruari 2020) perbulannya bisa mencapai 12.000 lebih. Sedangkan situasi pandemi covid ini mencapai  4.0068. Demikian penjelasan dari Kantor Imigrasi (Kanim) Khusus Kelas 1 Surabaya pada Sabtu (21/3/2020).

Baca Juga : Kakanwil Jawa Barat Imam Suyudi Pilih Gandeng Kampus Dukung Majukan Pendidikan

HAL itu ditegaskan Kepala Kantor Imigrasinya (Kakanim), Edy Eko Putranto. Edy yang yang memimpin lembaga ini  di Pebruari 2020 sudah banyak hal yang dilakukan. Mulai dari prioritas layanan kepada masyarakat, meningkatkan zona bebas korupsi termasuk prasarana dan sarana Kanim, serta program Birokrasi Bersih Melayani (BBM).

Seribu cara berhasil dipecahkan oleh tangan dingin mantan Kakanim Kelas 1 Jakarta Pusat. Masalah Covid – 19 yang berdampak pada pembuatan paspor yang menurun, kunjungan wisatawan manca negara, dan jemaah haji yang belum boleh melaksanakan ibadah haji kota Mekah dan Madinah, Arab Saudi.

Keberhasilan yang dilakukan mantan Kanim Kelas 2 Kota Bekasi selain dukungan dari staf dan anak buahnya. Juga berkat kepemimpinannya yang berwibawa, disiplin, tegas, dan integritas. Hal itu, sebagai modal bagi Edy melayani masyarakat khususnya yang berkaitan dengan imigrasi.

Boleh dikatakan Edy adalah nakhoda imigrasi Surabaya yang bisa memberikan solusi bagi warga Surabaya dan sekitarnya  seperti dalam pembuatan Paspor. Selama datanya lengkap dan tidak ada keterangan dari instasnti terkait kepada warga yang mengurusnya. Maka paspor bisa selesai saat itu juga. Baginya, persoalan yang rumit dapat dengan mudah dipecahkannya.

Jabatan sebagai kepala Imigirasi di berbagai tempat mulai dari Bekasi, Jakarta Pusat dan saat ini Surabaya. Membuatnya kenyang dengan berbagai hal dan masalah terkait keimigrasian. Mulai dari paspor warga Indonesia maupun paspor luar negeri berupa ijin tinggal dan lain-lainnya.

Ditambah dengan loyalitas tugas dari atasannya termasuk instruksi dari  Menteri Hukum dan HAM dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Pasalnya titah MenkumHAM ini selalu didasari pada konstitusi.

Maka sangat wajar dan tepat. Edy menjabat sebagai Kakanim Khusus Kelas 1 Surabaya. Yang setara dengan eselon 2 B. Bahkan, mungkin saja promosinya bisa berlanjut kejenjang berikutnya. Jika, melihat sikap dan kriteria pada sosok Edy Eko Putranto SH, MM yang banyak melahirkan ide, gagasan dan aksi nyata yang berguna dan positif.