Wapres Dorong Sinkronisasi Percepat Regulasi Kendaraan Listrik

0
9
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada pembukaan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS). Foto: Antara

Jakarta, NAWACITA- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menargetkan regulasi kendaraan listrik dapat diterbitkan tahun ini. Karena itu, Wapres mendorong berbagai kementerian terkait untuk mensinkronkan aturan mengenai kendaraan listrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE, BSD Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019).

“Regulasi kendaraan listrik ya segera tahun ini, karena disinkronkan dengan beberapa kementerian apakah itu industri keuangan, perhubungan, dan juga kemampuan industri dalam negeri,” kata JK.

Di sisi lain, lanjut dia, regulasi kendaraan listrik juga harus disinkronkan dengan pajak agar bisa menarik konsumen dan industri di dalam negeri. “Kalau pajaknya dihilangkan nanti keuangannya bagaimana. Kalau pajaknya tinggi, konsumennya tidak beli. Jadi disinkronkan,” kata Wapres.

Menurut Wapres, juga dibutuhkan dukungan manufaktur sampai ke tingkat dealer. “Dibutuhkan suatu service mencapai ini. Tentu membutuhkan waktu dan pengembangan teknologi,” paparnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menilai kalangan industri sangat menanti aturan kendaraan listrik yang rencananya diatur dalam peraturan presiden (perpres). Mereka berharap payung hukum proses bisnis kendaraan berbahan bakar listrik itu menawarkan sejumlah insentif.

Menurut Airlangga, draf perpres itu mesti dirumuskan dengan matang dan menyerap seluruh masukan, khususnya para pelaku usaha. Dengan begitu, aturan tersebut dapat memastikan industri kendaraan listrik dari hulu sampai hilir berjalan lancar dan cepat.

“Dalam roadmap mobil listrik itu nantinya diberikan fasilitas pajak penjualan atas barang mewah (PPn BM) dan tarif impor kepada mereka yang akan punya perencanaan produksi kendaraan listrik,” ujarnya.

Airlangga juga menjelaskan, dengan perpres tersebut, pemerintah memastikan 20% kendaraan yang mengaspal pada 2025 merupakan kendaraan listrik. “Pangsa pasar dan kesiapan konsumen, ketersediaan infrastruktur menjadi kunci, pemerintah sudah menargetkan 20% kendaraan di 2025 atau setara 400 ribu unit kendaraan listrik,” ucapnya. 

(Ant)

Tinggalkan Balasan