Vaksin Indonesia Diminati Timur Tengah, Bio Farma Siap Transfer Teknologi

0
44
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Rahman Roestan .

 

Jakarta, NAWACITA– Sejumlah negara di Timur Tengah tertarik menggunakan vaksin hasil industri  Indonesia. Sebagai negara mayoritas Muslim, Vaksin Indonesia tidak hanya bagus namun harus memenuhi standar halal.

Sebagaimana diutarakan oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Rahman Roestan mengatakan adanya ketertarikan negara timur tengah agar bisa melakukan alih teknologi produksi.

“Arab saudi ingin mengadopsi. Mereka ingin kemampuan kita di transfer ke mereka. Ini sebagai kepercayaan besar,” terang Rahman ditemui di sela The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States di Jakarta, Rabu, (21/11).

Dikatakanya, kapasitas Bio Farma dalam memproduksi vaksin dan produk bioteknologi lainnya sudah baik sehinga diminati negara-negara di Timur Tengah dan kawasan itu.

Saat ini telah terjalin kerjasama dengan otoritas Arab Saudi dan negara lain sudah mulai menjajaki seperti Maroko, Tunisia, Senegal dan Turki. Mayoritas negara-negara muslim yang menginginkan alih teknologi vaksin ini.

“Penjajakan itu dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam memproduksi dan mendirikan pabrik obat tentu feasibility harus masuk dan tidak bisa dilakukan secara instan,” kata dia.

Rahman menyambut positif niatan dari sejumlah negara untuk alih teknologi itu. Karena dengan semakin meratanya kemampuan produksi vaksin oleh anggota OKI maka akan mewujudkan kesehatan yang baik di negara-negara tersebut.

Ia pun menjelaskan, terdapat 57 negara anggota OKI dan belum banyak yang bisa memproduksi vaksin dan obat secara mandiri. Indonesia sendiri sebagai negara memproduksi vaksi telah diakui oleh badan kesehatan dunia WHO.

“Ada 100 industri vaksin di dunia. 30 Sudah diakui WHO yang salah satunya adalah negara kita,’ ungkap Rahman.

 

 

(Red: Bee, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan