Upaya Cegah HIV/AIDS di Lapas, Menkumham Terima Penghargaan dari Menkes

0
44

Jakarta NAWACITA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna H. Laoly menerima penghargaan atas upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Penghargaan diberikan oleh
Menteri Kesehatan Nila Moeloek bertepatan saat menghadiri peringatan Hari HIV/AIDS di LP Cipinang Jakarta, Senin (17/12).

Menkes Nila menyampaikan,
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham secara konsisten sejak tahun 2003 melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan di rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

“Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham juga berkomitmen melaksanakan skrining tes HIV bagi seluruh tahanan dan warga binaan, serta memberikan segera penatalaksanaan dalam upaya mempertahankan kesehatannya,” kata Nila.

Dengan mengetahui status HIV, lanjut Menkes, disiplin dalam melaksanakan pengobatan dapat mempertahankan kualitas kesehatan untuk optimalnya program pembinaan kemandirian.

Ia menjelaskan, layanan kesehatan terkait konseling dan tes HIV/AIDS telah terselenggara di 431 RS, puskesmas, LSM, dan rutan/lapas. Lalu, diselenggarakan pula layanan perawatan dan pengobatan bagi ODHA di 323 rumah sakit yang merupakan satelit atau pengampunya.

Terkait layanan jarum dan alat suntik steril, katq Nila, saat ini tersedia di 194 puskesmas, sementara program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) ada di 91 RS dan puskesmas.

Selain itu, dipaparkannya, program terapi rumatan Metadon sampai saat ini telah ada di 79 rumah sakit, puskesmas dan rutan/lapas. Akses pengobatan Antiretroviral Virus (ARV) bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) kini semakin meningkat.

“Namun, masih perlu peningkatan, bahkan diperluas ke seluruh layanan kesehatan yang terdapat di lapas atau rutan,” ungkapnya.

Nila Moeloek juga meminta dukungan para warga binaan dan tahanan untuk mendorong rekan-rekannya secara sukarela agar mau tes HIV.

“Saya titip, tolong semuanya katakan tidak pada narkoba. Dorong teman-temannya untuk memeriksakan diri. Kalau HIV semakin cepat diobati, semakin baik. Kalau saya yang bicara, mungkin tidak akan didengar. Kalau teman-temannya yang mengajak akan lebih didengar,” kata Menkes.

Selaini itu Menkes juga mengingatkan, para ODHA perlu rajin memeriksakan diri.

“Karena penurunan daya kekebalan tubuh membuat mereka rentan terkena TBC, Hepatitis maupun infeksi menular seksual,” tutupnya.

(sumber ant)

Tinggalkan Balasan