Baca Juga : 37 Teroris Yang Ditangkap Densus 88 Kelompok Jamaah Islamiah dan ISIS
Dalam tweetnya, Fadli menulis, “Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila. Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Segeralah ganti tema agar tdk memecah belah bangsa.”
Tweet Fadli direspon Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Nanang Priyo Utomo, menyatakan pernyataan Fadli sulit dimengerti, kurang arif, dan mengindikasikan kemunduran.
“Tema hormat bendera menurut Islam justru mencerminkan bahwa BPIP ingin mensosialisasikan bahwa ajaran hormat bendera itu tidak bertentangan dengan Islam. Kalau BPIP ini Islamophobia, takut dengan ajaran Islam, mereka justru tidak akan memilih tema tersebut,” kata Nanang di Jakarta, Sabtu (14/8/2021).
Nanang mengingatkan, dalam setiap kegiatan, BPIP mempunyai tujuan menguatkan ideologi Pancasila.
Padahal pembahasan tentang Pancasila dan Islam itu kan sudah selesai, tegas Nanang yang juga kader Nahdlatul Ulama (NU) ini.
Atau mungkin juga, Fadli Zon yang justru, tak ingin umat Islam untuk menghormati bendera nasional. Jika itu dikaitkan dengan pernyataan Fadli yang bisa terjadi Islamophobia.
Jika menilik rekam jejak Fadli, yang dekat dengan FPI, HTI dan kelompok garis keras Bisa ditebak, pernyataan Fadli ini, kemungkinan dugaannya supaya negara tak bisa dekat dengan umat Islam, yang konon anggapannya munkin sebagai basis memilihnya.
Dari hal ini kemungkinan, rasa nasionalisme Wakil Ketua DPR 2014 -2019 dari Gerindra diragukan.