Ahok Bongkar Kartu Kredit 30 Milyar, Menteri BUMN : Saya Aja Nggak Bawa Dompet

0
250

Jakarta, NAWACITAPOST – Polemik limit kartu kredit Rp30 miliar yang disinggung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pasalnya penggunaan kartu kredit memang dibutuhkan terlebih dimasa sekarang ini. Menanggapi hal tersebut Menteri BUMN, Erick Thohir angkat suara.

“Kadang-kadang kami memerlukan itu. Apalagi eranya ini kan era cashless. Sekarang kan mohon maaf, saya saja tidak bawa dompet nih, tidak bawa uang cash, era cashless,” ungkap Erick, melalui Detik.com, Selasa (06/07/2021).

Erick memastikan kartu kredit digunakan hanya untuk keperluan operasional perusahaan, bukan pribadi.

“Kartu itu kadang-kadang dibutuhkan untuk operasional, bukan untuk pribadi,” jelas Erick.

Erick menambahkan, seorang komisaris wajar untuk mengecek seluruh fasilitas perusahaan, termasuk kartu kredit. Merupakan tugas dari komisaris adalah pengawasan atas kinerja direksi.

“Saya rasa begini, kan tugasnya seorang komisaris, mengawasi kinerja direksi. Saya rasa hal itu sah-sah saja dan ini bagian dari check and balance,” jelas Erick.

Sebelumnya, Ahok telah membongkar fasilitas kartu kredit direksi dan komisaris Pertamina. Dirinya diberikan fasilitas kartu kredit untuk pribadi dengan limit mencapai Rp30 miliar.

Setelah ramai soal fasilitas kartu kredit Pertamina yang memiliki limit Rp30 miliar untuk Komisaris, dokumen terkait limit kartu kredit super group Pertamina sebesar Rp420 miliar bocor ke publik.

Atas hal tersebut Pertamina telah menghapus fasilitas kartu kredit. Penghapusan dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Senin (14/06/2021) lalu.