Baca Juga : Hasil Munas III Fornisel : Bahagia Dachi Terpilih Kedua Kali Sebagai Ketua Umum Periode 2021 -2026
Selain memilih dan menetapkan Bahagia Dachi sebagai Ketua Umum (Ketum), Beesokhi Ndruru Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Febriani Waruwu Bendahara Umum (Bendum), yang kebetulan sama dengan hasil Munas II, untuk periode kedua (baca : Munas III).
Walaupun penyelenggaran Munas kali ini, berformat Online dan Offline, namun tidak mengurangi kualitas pelaksanaan sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).
Ternyata format seperti ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Pasalnya, perhelatan Munas ini, sempat menjadi polemik di antara publik dan internal. Namun tekad pelaksanaan munas tetap sesuai dengan tuntutan AD ART sesuai periode kepengurusan berhasil dipenuhi.
Terkait hal lainnya, bahwa salah satu keberhasilan kepengurusan periode sebelumnya (baca : hasil Munas II), formasi kepengurusan Munas
Yang patut dibanggakan, peserta Munas mampu secara independen menghasilkan kepengurusan ideal untuk meneruskan perjuangan Nias Selatan dipentas Nasional.
Sementara hal sama pada Badan Pengurus Harian (BPH) juga masih wajah lama. Tidak terkecuali, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) hasil Munas III tetap mempercayakan kembali nama Disiplin F. Manao sebagai sosok yang tepat memegang kendali pertimbangan organisasi Fornisel.
Hal lainnya pada Munas ini, bahwa pemerataan personil kepengurusan yang mempertimbangkan keterwakilan dari kawasan wilayah Nias Selatan merupakan hal yang mencerminkan Fornisel adalah milik semua masyarakat Nias Selatan, baik yang berdomisili di Kabupaten Nias Selatan, juga diseluruh Indonesia. Meskipun keterwakilan dalam BPH sudah relatif merata. Namun, beberapa kawasan atau wilayah belum maksimal secara proporsional.
Diharapkan komposisi penempatan di MPO maupun Dewan Pakar bisa menghasilkan pemerataan yang optimal. Sebab tagline Fornisel Bersama Kita Maju. Tercermin dari semangat kebersamaan diberbagai aktivitas.
Sekedar catatan kecil, tapi sangat bermakna dan bernas, bahwa penempatan tokoh - tokoh yang terlalu dominan dari suatu kawasan atau wilayah, bisa menimbulkan prasangka negatif dikemudian hari. Hal ini harus dihindari, dan segera dicari jalan keluar terbaik.