Rakornas Riset dan Inovasi 2021 : Menristek/Kepala BRIN Sampaikan Review Kinerja Tahun 2020 dan Outlook Rencana Kerja Tahun 2021

0
267

Serpong, NAWACITAPOST – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Riset dan Inovasi 2021 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dengan tema ‘Sinkronisasi Program dan Anggaran dalam Pencapaian Target Kinerja Tahun 2021’ diselenggarakan dari tanggal 27-29 Januari 2021 di Graha Widia Bhakti, Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga : Hadir Saat Peluncuran Ventilator Panasonic dan ITB, Menristek/Kepala BRIN : Dukung Kemandirian Alat Kesehatan Dalam Negeri

Rakornas dimulai dari tanggal 27 Januari 2021 dengan agenda utama pemaparan Review Kinerja Ristek/BRIN 2020 dan Outlook Program 2021. Di hari pertama Rakornas juga diisi dengan agenda internal berupa sesi-sesi panel. Sesi panel pertama membahas Format Baru Program dan Anggaran dan sesi panel kedua membahas Kesiapan SDM (Sistem Merit dan Jabatan Fungsional), Dukungan Sarana dan Prasarana, Pengembangan Unit Layanan Terpadu.

Rakornas secara resmi dibuka oleh Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada hari kedua, Kamis (28/1). Dalam kesempatan tersebut Menko Ailangga Hartarto menyampaikan beberapa masukan yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi meningkatkan sistem inovasi nasional, pertama membangun ekosistem riset dan inovasi yang kuat dengan sinergi triple helix, kedua melengkapi peraturan dan kebijakan sistem inovasi mendukung perbaikan IPTEK Inovasi Nasional serta dikembangkan regulasi yang kondusif beserta insentifnya, ketiga memperkuat digitalisasi ekonomi melalui perbaikan komersialisasi riset dan inovasi.

“Riset dan inovasi adalah kesatuan yang tidak terpisahkan, sejumlah strategi perlu terus kita kembangkan dalam upaya kita meningkatkan Sistem Inovasi Nasional. Komitmen penguatan Sistem Inovasi Nasional tentu Pemerintah percaya bahwa produk riset dan inovasi mampu mendorong pergerakan perkonomian dan pelaku usaha secara nyata meningkatkan produktifitas dan penciptaan lapangan kerja,” jelas Menko Ailangga Hartarto.

Menko Airlangga Hartarto menambahkan bahwa inovasi dan ekonomi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. “Mari kita jaga komitmen yang kuat untuk meningkatkan riset dan inovasi nasional demi menghela pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan visi Indonesia sejahtera dan maju di tahun 2045, teruslah berinovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah bangsa,” ujar Menko Ailangga Hartarto.

Pada kesempatan yang sama Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan laporan Refleksi Program 2020 dan Outlook Program 2021 Kemenristek/BRIN dalam melaksanakan tugas fungsinya mendukung dan mewadahi kegiatan riset inovasi di Indonesia.

“Tema Rakor Inovasi Nasional tahun ini adalah Sinkronisasi Program dan Anggaran dalam Pencapaian Target Kinerja tahun 2021, dengan tujuan menyinergikan program riset dan inovasi nasional tahun 2021 yang diarahkan untuk dua program yakni Prioritas Riset Nasional (PRN) dan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 serta Vaksin,” terang Menristek/Kepala BRIN.

Melalui Rakornas ini diharapkan dapat dihasilkan rumusan terkait struktur dan format program riset dan inovasi Kemenristek/BRIN, rumusan sinergi mengenai program riset dan inovasi tahun 2021, dan rekomendasi langkah-langkah strategis dalam peningkatan kontribusi program dan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional, substitusi impor, teknologi tepat guna, percepatan penanganan Covid-19, dan penanganan mitigasi bencana.

Refleksi Program Kemenristek/BRIN Tahun 2020

Menteri Bambang menegaskan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, para peneliti dan inovator sepanjang tahun 2020 selalu berusaha keras untuk berkontribusi demi bangsa terutama dalam menghasilkan teknologi tepat guna dan bahan/teknologi substitusi impor. Salah satunya seperti peneliti Indonesia tetap produktif dalam karya-karya ilmiah dengan total karya ilmiah yang lebih tinggi dari tahun 2019. Selain itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2020 menandai Kebangkitan Inovasi Indonesia, telah diluncurkan 60 produk inovasi terkait Covid-19 hasil Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

“Dari Mei hingga kini produk-produk tersebut terus disempurnakan dan dihilirkan. Selain itu, inovasi baru untuk skrining Covid-19, yaitu GeNose C19 dari UGM dan iNose dari ITS yang diproses dengan kecerdasan artifisial (AI). Berbagai produk hasil riset inovasi Konsorsium Covid-19 terus dikembangkan dengan memungkinkan 4 T ( Testing, Tracing, Tracking dan Treatment) dilakukan dengan sistemik,”

Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk inovasi Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 dan guna mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk, Kemenristek/BRIN telah melakukan Bakti Inovasi ke sekitar 15 kota/kabupaten di Indonesia. Serta kembalinya inovasi bidang kerdirgantaraan di Indonesia dengan adanya Pesawat N219 hasil pengembangan LAPAN bersama PT DI yang telah mendapatkan sertifikat CASR Part 23 dari Kementerian Perhubungan.

“Berbagai kemajuan riset dan inovasi Indonesia yang telah dicapai dan mulai dihilirkan antara lain Sistem INA-TEWS ( Indonesia Tsunami Early Warning System) yang dikembangkan oleh BPPT untuk mitigasi tsunami sedini mungkin, Roket RX-450 telah berhasil diluncurkan oleh LAPAN. Sebagai substitusi obat impor, LIPI berhasil mengembangkan Imuno-modulator berbasis bahan herbal untuk penanganan Covid-19,” jelas Menteri Bambang.

Outlook Program Tahun 2021 Kemenristek/BRIN

Menteri Bambang menyampaikan pada tahun 2021 ini Kemenristek/BRIN akan berfokus pada Prioritas Riset Inovasi Nasional dengan tetap akan berupaya maksimal berkontribusi pada penanganan Covid-19. Seperti pengujian molekular ( surveillance) varian virus Covid-19 di Indonesia, melalui whole genome sequence; pengembangan test yang mendekati PCR dengan sampel saliva; pengembangan cara mengukur antibodi Covid-19 yang mudah, murah, dan cepat yang dapat memberikan informasi tentang tingkat antibodi hasil vaksinasi dan juga tingkat kekebalan kelompok ( herd immunity); serta pengembangan ventilator ICU karya anak bangsa.

“Kemudian kami memastikan riset inovasi untuk menghasilkan Vaksin Merah Putih berlangsung lancar. Maret ini semoga bibit vaksin dapat diserahkan ke Biofarma untuk kemudian dapat diproses selanjutnya hingga uji klinis. Harapan kita semua agar Vaksin Merah Putih dapat digunakan dalam vaksinasi pada tahun 2022,” ujar Menteri Bambang.

Menteri Bambang mengungkapkan riset dan inovasi yang menjadi prioritas nasional akan terus menjadi prioritas. Keputusan Bapak Presiden menempatkan 3 Tema PRN (PUNA MALE, BBN dengan Katalis Merah Putih, dan Garam Industri) dalam Proyek Strategis Nasional sektor teknologi merupakan tantangan bagi Kemenristek/BRIN untuk mewujudkannya.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden kami akan terus meningkatkan ekosistem riset inovasi. Di sisi supply untuk menghasilkan hasil-hasil riset dan inovasi, kami akan memastikan dukungan Pendanaan Riset Inovasi yang memadai dan Insentif pajak bagi Badan Usaha yang melaksanakan riset inovasi. Sementara di sisi demand atas hasil riset inovasi, kami akan terus mengoptimalkan e-Katalog Inovasi dan mendorong pengadaan pemerintah melalui peningkatan penggunaan produksi dalam negeri,” papar Menristek/Kepala BRIN.

Lebih lanjut menurut Menteri Bambang bencana yang menimpa tanah air akhir-akhhir ini mengingatkan bahwa Indonesia berada di wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana dengan frekuensi yang cukup tinggi, sehingga penanganan yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi sangat diperlukan.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden kami selalu memprioritaskan riset dan pengembangan teknologi dalam memprediksi ancaman, mengantisipasi dan memitigasi dampak bencana. Dalam Rakor ini, kami akan sinergikan lebih kuat lagi kekuatan di Perguran Tinggi dan LPNK,” terang Menteri Bambang.

Penandatangan Enam MoU

Pada acara ini dilakukan pula penandatangan 6 Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk langkah nyata Kemenristek/BRIN mendukung pengembangan riset inovasi dan menjawab berbagai permasalahan bangsa Indonesia, antara lain :

1. MoU antara Kemenparekraf/Barekraf dengan Kemeristek/BRIN tentang Riset dan Inovasi untuk Mendukung Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
2. MoU antara Kemenristek/BRIN dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) tentang Penguatan Kerja Sama dan Kemitraan dalam Penguasaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Mendukung Perwujudan Tujuan Pembangunan Nasional;
3. MoU antara Kemenristek/BRIN dengan Pemkot Tangerang Selatan tentang Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang Selatan;
4. Perjanjian Pinjam Pakai antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan tentang Pinjam Pakai Mobil Laboratorium Mobile Bio Safety Level 2 Milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi;
5. Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Kesehatan Kota Tengerang Selatan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tentang Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Pada Laboratorium Mobile Bio Safety Level 2 Task Force Riset Inovasi Covid-19 di Kota Tangerang Selatan;
6. Berita Acara Serah Terima antara BPPT dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan tentang Serat Terima Sementara Mobile Laboratorium Bio Safety Level 2.

Rakornas dilaksanakan secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu selain menerapkan 3M, peserta dan panitia diwajibkan mengikuti rapid tes antigen dan tes Covid-19 dengan GeNose C19. Turut hadir dalam acara ini secara langsung ataupun daring Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, Asisten Teritorial Panglima TNI Mayor Jenderal Madsuni, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi/Juru Bicara Presiden Mochammad Fadjroel Rachman, Jajaran Pejabat Eselon I dan II Kemenristek/BRIN, Jajaran Kepala LPNK di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany beserta jajaran, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo Soemantri Brodjonegoro, Rektor IPB University Arif Satria, para Pimpinan Perguruan Tinggi, para Kepala LLDikti, para pimpinan industri, serta undangan lainnya.

(Ade Pradipta, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN)