Kamis, 4 Juni 2026

Awas ! Penyebaran HTI  Melalui Artis Hijrah dan Film Kartun Anak

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 26 Januari 2021 | 14:41 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –Hizbut Tahrir (HT) adalah konsep Pemerintahan Khilafah Islamiah. Organisasi ini tidak mengenal konsep pemerintahan didalam bentuk negara. Tujuannya cuman satu memporak-porandakan atau menghancurkan sistem pemerintahan yang ada sekarang. Begitu Penggalan kalimat  Denny Siregar melalui Chanel Youtube (Timeline)

Baca Juga : Kejar dan Tangkap Penebar Khilafah HTI



Didirikan pada tahun 1953 di Palestina, Imamnya bernama Alnubhani. Alubhani ini pernah aktif sebagai anggota Ichnawul Muslimin Yordania. Pemikiran HT berkembang  ke seluruh dunia.

Yang jelas percobaan HT  dibanyak negara tak pernah bohong. Di Turki anggota HT ditangkapi, karena mereka mengajak militer Turki untuk melakukan kudeta  dan membentuk khilafah. Negara Irak dan Suriah tahun 1962 dan 1963  HT menyusup ke dalam militer dan ketahuan  sedang melakukan kudeta disana.

Tahun 1967 HT ketangkap basah menyusup ke militer, ketika perang Arab melawan Israel. Sesudah itu berturut-turut penyusupan HTI  ketahuan di Negara Irak Yordania dan Mesir. Bahkan di Mesir, HT mengorganisir 100 orang untuk kudeta, dan berakhir dengan tewasnya Presiden Mesir, Anwar Sadat, dengan cara ditembak saat menyaksikan parade militer.

Di Pakistan, HT dihajar habis-habisan, sesudah ketahuan para prajurit militernya terpengaruh oleh mereka berencana melakukan kudeta disana. HT adakah organisasi Internasional dengan dana yang sangat besar untuk melakukan proses negara-negara sebagai bagian dalam konsep Satu Negara, yaitu Agama Khilafah,  dan jalan ninja HT adalah dengan kudeta militer, yang pasti membawa Negara dalam kerusuhan-kerusuhan, dan memakan Korban jiwa masyarakat sipil yang tidak berdosa.

Itulah kenapa Hizbut Tahrir dilarang di 20 negara. Berarti kejahatan yang dilakukan Hizbut Tahrir ini bukan main-main dan bisa merusak sistem sebuah negara

Setelah melanglang buana ke hampir 20 negara, HT  masuk ke Indonesia pada tahun 1980 –an dengan nama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).  Institut Pertanian Bogor (IPB), menjadi kampus atau mungkin yang pertama HTI masuk dan menyebarkan paham-paham khilafahnya.

Dengan menumpang program pertanian Presiden Soeharto waktu itu.  HTI  selalu berbicara perwujudan khilafah tanpa kekerasan, tetapi jejak  mereka berbicara dan menyusup  keberbagai bidang. HTI menyebarkan ideologinya ke kampus-kampus negeri  ternama dan menerbitkan profesor-profesor atau guru-guru  besar ternama.  Kampus dikuasai, kader mahasiswa di kasih uang, istri.

Intinya HTI menjanjikan jabatan-jabatan tinggi dan menggiurkan kepada  orang atau kelompok yang bergabung dengannnya. Makanya, kenapa kader HTI begitu militan? Pencucian otak mahasiswa terjadi dan masjid kampus melalui majelis-majelisnya atau disebut Halaqah. Sampai akhirnya terjadi pemilahan dalam pencucian otak tersebut. Ada yang dijadikan pejabat, kemudian  ada yang diarahkan juga ke ormas-ormas brutal seperti FPI.

Membangun sel – sel disana lewat pendidikan itulah mereka menyusup  ke militer. Disinilah yang mengerikan, HTI  tahu dengan menguasai militer mereka menguasai senjata  dengan memegang akses senjata mereka bisa melakukan kudeta. Apakah kader HTI yang akan melakukan kudeta?  Oh bukan? HTI akan merayu  petinggi-petinggi militer yang mau memberontak kepada pemerintah yang sah, dan janji HTI kepada Petinggi militer itu menjadikan dia sebagai pemimpin  tertinggi. Halus kan mainnya?. Sangat berbeda  dengan FPI yang brutal dan barbar. HTI dipenuhi orang-orang yang pintar, berpendidikan, dan berpengaruh ideologis .

Kalau FPI penuh dengan masyarakat kelas menengah ke bawah yang gak punya  penghasilan, demo sebagai kerjaan. Sedangkan orang-orang HTI banyak yang guru besar di Universitas bergelar Doktor pula, dan pejabat di pemerintahan, bahkan  ada petinggi militer yang berpangkat Jenderal.

Hal yang mencengangkan dan membuat HTI semakin berkibar terjadi pada tahun 2013 dimana HTI menguasai TVRI. Siaran langsung hari ulang tahun HTI pun diadakan di Stadion Utama Bung  Karno, dan acara itu tersiar ke seluruh Indonesia.

Beruntung  tahun 2017, pemerintah Indonesia melalui Menkopolhukam kala itu, Wiranto membubarkan HTI dan dinyatakan sebagai ormas terlarang di seluruh  Wilayah Indonesia.

Di Indonesia,  kader yang masih membawa paham HTI dan bebas berkeliaran membangun ideologi, seperti Ismail  Yusanto, Bachtiar Nasir, dan Fekix Siaw.

Kali ini penyebaran HTI bukan lagi melalui kampus, tetapi  lewat artis-artis hijrah, film kartun anak-anak. Hal Ini yang tidak disadari oleh orang awam. Pahamnya (HTI) menyusup  kedalam sistem dan masuk dalam hiburan.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB