Selamat Datang UU Cipta Kerja, Semoga Target Pertumbuhan Ekonomi dan Penyediaan Lapangan Kerja Tercapai

0
294
Foto : Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta bersama Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, NAWACITAPOST – Dunia usaha menyambut penuh optimis disahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang – Undang pada Sidang Paripurna DPR. Sarman Simanjorang, Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta mengatakan. “Dengan disahkannya UU Cipta Kerja kita memiliki harapan besar akan masa depan ekonomi kita dapat tumbuh positif paska pandemi covid 19 ini. Karena berbagai persoalan fundamental ekonomi selama ini dapat diselesaikan. Menyangkut kepastian perizinan usaha dan investasi, kepastian hukum, isu ketenagakerjaan,pembinaan dan pemberdayaan UMKM dan lainnya,” terangnya.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Dilanjutkan oleh Sarman mengenai target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah. “Target dari pemerintah di kisaran 5,7 – 6% dan penciptaan lapangan kerja sebanyak 2,7 s/d 3 juta per tahun diharapkan dapat tercapai. Mengingat angka pengangguran kita yang yang semakin bertambah akibat dampak pandemic covid 19. Saat ini jumlah pangangguran mencapai 7,5 juta, ditambah dengan angkatan kerja baru sekitar 2,5 juta per tahun. Belum termasuk yang terkena PHK sebanyak 3 juta dan ratusan ribu yang dirumahkan,” ucapnya.

BACA JUGA: Diduga Pendemo Omnibus Law Dibayar, Cikeas Cendana Terlibat?

Kemudian Sarman melanjutkan. “Tentu demikian menjadi tantangan yang harus kita atasi dengan Undang – Undang Cipta Kerja ini. Tapi kita yakin dengan sinergitas dan saling mendukung antara Pemerintah, dunia usaha serta Serikat Pekerja/Buruh akan dapat kita selesaikan secara bertahap. Termasuk bagaimana kita mampu meningkatkan SDM tenaga kerja kita. Agar memiliki kompetensi, skill dan keahlian yang mumpuni sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Sehingga lebih kompetitif dan berdaya saing. Kedepan isu upah tidak lagi menjadi polemik. Karena jika kita memiliki tenaga kerja yang berkualitas tentu upahnya sudah memiliki standar kesejahteraan yang mumpuni,” terangnya.

BACA JUGA: Kampanye Idealisman Dachi Memakan Korban Jiwa

Lanjut Sarman memberikan saran kepada Pemerintah terlebih khususnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Agar efektivitas Undang – Undang ini dapat segera diterapkan dilapangan maka Pemerintah sepertinya harus segera menyusun aturan turunannya. Seperti Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) dan aturan pendukung lainnya. Tentu dalam penyusunannya dapat melibatkan stakeholder terkait lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Cikeas, Dalang Provokator Demo Buruh Tumbangkan Jokowi?

Sarman menambahkan bahwa seperti kluster Ketenagakerjaan, dapat melibatkan unsur pengusaha dan Serikat Pekerja/Buruh. Agar berbagai aspirasi yang belum terakomodir pada UU Cipta Kerja dapat diakomodir dan aturan turunnnya. “Kami juga berharap agar Pemerintah segera melakukan sosialisasi Undnag – Undang Cipta Kerja ke berbagai pemangku kepentingan. Agar semua jelas dan pasti. Karena banyak beredar di medsos draf Undang – Undang tersebut yang seolah olah terkesan lebih berpihak kepada pengusaha. Padahal Undang – Undang ini untuk kepentingan bersama. Termasuk masa depan pekerja/buruh bagaimana agar memiliki kesejahteraan yang lebih baik melalui peningkatan produktivitas dan kompetensi. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: AHY SBY bersama Demokrat Bagai Air di Daun Talas