Festival Babi Danau Toba 1.0 akan digelar, Chef dari Bali dan Manado ikut Meramaikan

0
349
Festival Babi Danau Toba 1.0 akan digelar, Chef dari Bali dan Manado ikut Meramaikan
Festival Babi Danau Toba 1.0 akan digelar, Chef dari Bali dan Manado ikut Meramaikan

Pematangsiantar, NAWACITA – Togu Simorangkir aktivis lingkungan segera menggelar Festival Babi Danau Toba 1.0 di Muara Tapanuli Utara pada 25 Oktober 2019.

 

Dalam Festival Babi Danau Toba, 1.0 ini, Togu sudah merencanakan berbagai perlombaan yang bertemakan babi seperti lomba kuliner berbahan babi, lomba lari babi, lomba menebak berat babi, lomba menangkap babi, lomba memanggil babi, lomba kebersihan kandang babi, lomba penjambaran, lomba babi tersemok, lomba stand up comedy, pelatihan pengelohan pakan, dan manajemen kandang babi.

 

Togu mengatakan ide ini muncul secara mendadak karena mendengar wacana labelisasi wisata halal di Danau Toba. 

 

Menurut Togu dengan pegelaran Festival Babi dapat menyentuh seluruh masyarakat di 7 Kawasan Danau Toba. Festival ini juga memberikan edukasi ke masyarakat untuk tidak membuang limbah kotoran babi ke Danau Toba.

 

“Kita berikan edukasi untuk tidak membuang limbah ke Danau Toba. Ini seperti ide nyeleneh festival babi. Banyak juga masyarakat idak tersentuh parwisata yang seperti digadang-gadang Jokowi. Selama ini tak tersentuh. Keluarlah festival nyeleneh. Kita mengedukasi juga supaya babinya jangan berkeliaran,”ujarnya, Selasa (3/9/2019).

 

Togu juga mengatakan akan mengajarkan masyarakat untuk membuat bio gas dari kotoran babi. Ia berharap festival ini menjadi agenda pariwisata rutin di Kawasan Danau Toba.

 

Yang penting kita semua bergembira. Semua petani babi bisa menjadi pelaku wisata.

 

Sebagaimana dilansir dari tribuns medan, Togu juga menyinggung tentang wacana wisata yang diungkap Gubernur Sumut. Katanya, bentuk program wisata halal sebagai bentuk kemunduran dari pariwisata di Danau Toba. Togu lebih mengharapkan Gubernur Sumut untuk lebih perhatian terhadap kelestarian lingkungan.

 

“Danau Toba tidak perlu labelisasi halal atau tidak halal. Karena selama ini sudah berjalan baik. Makanan halal sudah tersebar di Danau Toba. Kalau mau mendongkrak pariwisata Danau Toba tutup perusahan perusak lingkungan,” ujarnya.

 

“Keramba jaring apung diangkat. Truk loging yang mengganggu kenyamanan dihentikan. Suruh buat jalan sendiri. Jangan kenyamanan pariwisata baik-baik saja tiba-tiba ada labelilasi ini. Kurang bijak Gubsu ini,” tambahnya.

 

Di akun media sosialnya, Togu Simorangkir terus mempromosikan acara yang hendak digelarnya ini. Setiap perkembangan tentang acara ini pun selalu dipostingnya di akun media sosialnya, baik instagram maupun facebook.

 

Perkembangan terkini yang disampaikannya adalah soal keterlibatan chef dari Manado dan Bali. Terkhusus Chef dari Bali menyampaikan bahwa mereka akan menyuguhkan Babi Guling khas Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here