OJK Catat 46 Financial Technology (Fintech) Jalani Uji Keandalan

13
167
OJK soal Fintech (Foto: Taufik Fajar/Okezone)

Jakarta, NAWACITA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 46 fintech (financial technologyPeer to Peer (P2P) Lending telah menjalani uji regulatory sandbox. Di mana regulatory sandbox merupakan mekanisme pengujian untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, dan tata kelola perusahaan.

“Seluruh fintech itu mengikuti regulatory sandbox dalam dua tahap atau bacth. Tahap satu inovasi keuangan digital tercatat sebanyak 34 dan tahap dua sebanyak 12,” ujar Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK, Triyono Gani di Kantor OJK Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Dia menjelaskan tahap satu yang berhasil melampaui proses administrasi 34, kemudian 23 jadi sampel. Dan tidak semua pemohon jadi sampel karena memang terlalu banyak.

“Di mana masalahnya adalah bisnis proses mirip satu sama lain, jadi tidak perlu lakukan hal yang sama dua kali,” tutur dia.

Dia menuturkan penilaian keandalan fintech perlu dilakukan untuk mewadahi inovasi sebagai sesuatu yang baru agar tidak terjadi destruksi di sektor keuangan dengan hadirnya inovasi.

“Jadi pada hal ini, kami (OJK) berupaya mengendalikan agar perkembangan inovasi tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujarnya, dikutip Okezone.

Dia menambahkan cakupan fintech yang tengah memasuki tahap sandbox berasal berbagai sektor, mulai dari pasar modal, asuransi, perencanaan keuangan hingga pembiayaan. “Adapun sistematika sandbox yang berlaku dengan format model bisnis, produk, layanan hingga teknologi yang digunakan,” ungkap dia.

Adapun beberapa fintech yang menjalani uji keandalan dari OJK di antaranya dari sektor financial planner atau perencanaan keuangan seperti Halofina, Arkana Finance, Finansialku dan Ponsel Duit. Dan dari sektor aggregator yaitu ALAMI, Di situ, Dokter Dana, KPR Academy, Cekaja, Cermati, Pinjamania, GoBear, Cashcash Pro, Kreditpedia, MONEYZ.

(Ant)

Comments are closed.