KPK Apresiasi Kejaksaan, Soal Pencopotan 2 Jaksa yang Kena OTT

0
218

Jakarta, NAWACITA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai Kejaksaan dalam memproses dua orang jaksa yang terjerat OTT dalam perkara suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat tahun 2019.

“KPK tetap menghargai Kejaksaan dalam melakukan beberapa langkah tersebut. Kami menyimak penyampaian informasi dari Kejaksaan Agung. Saya kira tindakan cepat yang dilakukan tersebut memang perlu dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (3/7).

Terkait dengan kefua jaksa tersebut, pihak KPK memang tidak memasukannya ke dalam kualifikasi tersangka dan kapasitasnya hanya sebagai saksi.

“Dalam semua OTT yang dilakukan KPK memang tidak semua yang dibawa harus menjadi tersangka, karena ada sejumlah pihak yang memang perlu diamankan untuk kebutuhan klarifikasi cepat saat OTT,” paparnya.

“Jadi, bagi KPK pun sejauh ini ketiga orang tersebut (1 pengacara dan 2 jaksa) memang bukan tersangka dalam kasus ini. Kapasitas mereka adalah sebagaisaksi. Sebagai penegak hukum, KPK ataupun Kejaksaan tentu juga tidak boleh memaksakan orang-orang  tertentu untuk menjadi tersangka padahal perbuatan mereka tidak demikian,” tambah Febri.

Selain itu, Febri menyebut jika kerjasama KPK dan Kejaksaan akan terus dilakukan dan diperkuat, baik untuk Pencegahan Korupsi ataupun Koordinasi dan Supervisi kasus-kasus di daerah yang sedang berjalan saat ini.

“Dalam proses Penyidikan yang sedang ditangani KPK saat ini, nanti tentu kami juga membutuhkan kerjasama dan bantuan dari Kejaksaan. Baik terkait bukti-bukti dokumen ataupun pemeriksaan saksi-saksi dari Kejaksaan. Dan saya kira dari konferensi pers kejaksaan tadi sudah disampaikan bahwa KPK dan Kejaksaan akan saling bekerjasama,” lanjut Febri.

Sebelumnya Kejaksaan Agung telah memberhentikan sementara tiga orang jaksa yang saat ini sedang dalam proses hukum. Dua dari tiga jaksa tersebut, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap, pada Jumat 28 Juni 2019.

Ketiganya adalah Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto, Kepala Subdirektorat Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yadi Herdianto, dan Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Yuniar Sinar Pamungkas.

Dari ketiganya, hanya Agus Winoto yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dan dua orang lainnya berstatus saksi. Yadi dan Yuniar kini tengah dalam penyelidikan di Kejaksaan.

Pemberhentian ini bertujuan untuk memudahkan proses pemeriksaan dan tidak menganggu jalannya pelayanan publik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.